Kamis, 17 Januari 2013

HAMA dan PENYAKIT JAMBU AIR

HAMA dan PENYAKIT JAMBU AIR - Buka Mata. Kita akan bedakan antara mana yang merupakan hama jambu air dan mana yang merupakan penyakit jambu air. Berikut adalah jenis-jenis hama dan penyakit yang menyerang jambu air.
Hama Jambu Air
1) Ulat kupu-kupu gajah
  • Ciri: panjang 12 cm, warna hijau muda kebiru-biruan, bertubuh gemuk & lunak, tertutup lapisan lilin keputih-putihan. Telur-telurnya ditaruh di tepi daun, 2-3 butir bersama-sama, warna merah muda. Kepompong berada di antara beberapa daun atau di sebelah bawah daun. Ulat-ulat tersebut sangat rakus memakan daun.
  • Pengendalian: dgn cara mengumpulkan telur, ulat, & kepompong untuk dimusnahkan.
2) Kutu perisai hijau
  • Ciri: panjang kutu 3-5 mm, warna hijau (kadang agak kemerahan). Melekat pada bagian-bagian pohon yg hijau & di bagian bawah daun. Menyebabkan terjadinya cendawan hitam seperti jelaga.
  • Pengendalian: cara alami dimakan oleh beberapa macam kepik (merah tua, panjang 5 mm & biru panjang 6 mm) & ulat (warna merah muda, panjang 13 mm). Kutu ini di musim penghujan bisa musnah oleh serangan beberapa macam cendawan.
3) Keluang & codot
  • Pengendalian: buah-buahan yg hampir tua dibungkus kantong kertas/kain-kain bekas.
4) Pasilan atau benalu
  • Pengendalian: dibuang & dibersihkan.
5) Lalat buah (dacus pedestris)
  • Buah & daun yg terserang oleh ulat ini. Lalat ini meletakkan telurnya pada daging buah, sehingga setelah menetas larvanya memakan buah jambu air.
  • Pengendalian: dgn insektisida Diazinon atau Bayrusil yg disemprotkan ke pohon, daun & buah yg masih pentil dgn dosis sesuai anjuran.
6) Penggerek batang
  • Pengendalian: dgn cara menyumbatkan kapas yg telah direndam insektisida Diazinon atau Bayrusil kedalam lubang batang yg digerek.
7) Ulat penggulung/pemakan daun
Penyakit Jambu Air
1) Gangguan pada akar
  • Pemupukan yg kurang hati-hati pada jambu air yg sedang berbuah dpt menyebabkan akar tanaman luka, maka bunga atau buah jambu air bisa rontok. Semua ini terjadi karena tanaman tdk mendapat suplai air & zat makanan sebagaimana mestinya akibat rusaknya akar tersebut. Selain itu tanah yg berlebihan supali air juga dpt merontokkan bunga/buah, sebab sebab air yg menggenang membuat akar susah bernafas & mengundang cendawan yang bisamembusukkan akar.
2) Gangguan pada buah
  • Penyebab: ulat (lalat) buah & sejenis cendawan yg mengakibatkan buah rontok, busuk. Serangga ini langsung menyerang buah dgn ciri noda berwarna kecoklatan atau kehitaman pada permukaan buah. Pengendalian: (1) cara membungkus buah sewaktu masih dipohon (2) dgn penyemprotan insektisida thioda (2-3 cc/liter air) & fungisida dithane (3 cc/liter air) 
 Demikian artikel ttg HAMA dan PENYAKIT JAMBU AIR, semoga bermanfaat.

Baca juga:

Cara Memelihara Tanaman Jambu Air

Cara Memelihara Tanaman Jambu Air - Buka Mata. Ada beberapa hal yang dilakukan dalam Memelihara Tanaman Jambu Air. Hal yang dilakukan misalnya penjarangan/ penyulaman, penyiangan dll.
 
1) Penjarangan & Penyulaman Jambu Air
Penyulaman dilakukan sebelum tanaman berumur 1 bulan. Bibit yg tdk tumbuh diganti dgn bibit baru yg ditanam pada lubang tanam yg sama.
2) Penyiangan Jambu Air
Penyiangan dilakukan dgn maksud menyuburkan tanah, membuang rumput liar/tanaman liar (kalau ada) atau binatang yg mendekap diantara tanah. dgn penyiangan dpt memeriksa keadaan lapisan tanah.
3) Pemupukan Jambu Air
Pemupukan jambu air dpt diberikan sebelum berbuah & sesudah berbuah, sebaiknya setelah dilakukan penyiangan.
a) Tanaman belum berbuah
  • Pupuk kandang diberikan sekali gus pada awal musim hujan.
  • Pupuk urea diberikan 1/3 bersamaan dgn pupuk kandang.
  • 2 minggu setelah itu, sisa urea diberikan bersamaan dgn TSP & KCl.
b) Tanaman sudah berbuah
  • Pupuk kandang diberikan sekaligus pada awal musim hujan.
  • Pupuk urea 2/3, TSP 1/2, KCl 1/3 diberikan pada saat tanaman belum berbunga (bersamaan dgn pemberian pupuk kandang & saat hujan
    pertama mulai turun).
  • Sisa pupuk diberikan setelah buah membesar (umur buah sekitar 1-2 bulan sejak berbunga & ukuran buah ± sebesar telur puyuh). Cara pemberian pupuk tersebut sebaiknya dibenam dlm Rorak (got) sedalam 20-30 cm mengelilingi tajuk pohon. Dosis pupuk bagi pohon jambu air umur =15 tahun.
  • Pupuk kandang: maksimal 30 kaleng minyak tanah.
  • Pupuk Urea, pupuk TSP, pupuk KCl (masing-masing) : 2500 gram.
Kenaikan takaran pupuk tersebut setiap tahun setelah jambu air berumur =10 tahun ialah:
  • Pupuk kandang: 2 kaleng minyak tanah.
  • Pupuk Urea: 100 gram.
  • Pupuk TSP: 50 gram.
  • Pupuk KCl: 50-100 gram.
4) Pengairan & Penyiraman Tanaman Jambu Air
Tanaman jambu air yg hidup pada tanah dgn kedalaman air tanah 150-200 cm, pada musim kemarau sangat memerlukan penyiraman, agar tanah tetap lembab. Ketika masih muda, selama 2 minggu pertama tanaman muda perlu diairi 1-2 kali sehari. Jika sudah cukup besar & perakarannya dalam, tanaman disirami 10-12 kali sebulan.
5) Waktu Penyemprotan Pestisida
Penyemprotan dilakukan secara teratur 1-2 kali seminggu. Awal penyemprotan dilakukan saat buah jambu air sebesar telur puyuh (umur ± 1-2 bulan sejak berbunga). Akhir penyemprotan dilakukan saat buah jambu air akan dipetik (sebulan sebelum dipetik & warna buah sudah berubah) atau sampai gejala serangannya hilang. Ketika hendak melakukan penyemprotan pestisida, atau pupuk daun/hormon, kita harus memperhatikan cuaca waktu itu. Kalau langit mendung & kemungkinannya akan turun hujan, sebaiknya penyemprotan ditunda dulu.
6) Pemeliharaan Lain
Pemangkasan dilakukan dgn tujuan untuk membentuk pohon, pemeliharaan & peremajaan. Membentuk pohon: dilakukan setelah mencapai ketinggian 2 meter, dgn ketinggian 1,35-1,5 m dari permukaan tanah & bagian yg dipangkas adalah cabang/tunas. Untuk pemeliharaan: dilakukan setiap saat kecuali ketika tanaman sedang berbunga, bagian yg ditanam adalah dahan-dahan yg tua, yg mati kering, luka serta tdk sempurna. Untuk peremajaan: memangkas seluruh bagian tanaman yg sudah kelewat tua, tdk berproduksi atau diserang hama.

Demikian artikel tentang Cara Memelihara Tanaman Jambu Air, semoga bermanfaat.


Baca juga:
Budidaya Jambu Air
Pembibitan Jambu Air

Teknik Menanam Jambu Air

Teknik Menanam Jambu Air - Buka Mata. Penanaman jambu air dpt dilakukan di pot/di kebun, Jika yg digunakan adalah bibit cangkokan maka penanaman batang lebih dlm agar pohon bisa tumbuh secara kuat.

1) Penentuan Pola Tanam Jambu Air
Bibit jambu air dikebun dpt ditanam dgn pola tanam/jarak tanam 8 x 8 m.

2) Pembuatan Lubang Tanam Jambu Air
Lubang tanam sebaiknya dibuat pada akhir musim kemarau/menjelang musim hujan, agar pada saat mendekati musim hujan, tanaman sudah berdiri. dgn demikian tanaman baru (pada musim hujan) tdk perlu disiram 2 kali sehari. Penyiapan lubang tanaman terdiri dari:
  • mula-mula tanah digali di tempat yg sudah ditentukan;
  • ukuran lubang ukuran lubang: panjang x lebar x dlm = 60 x 60 x 60 cm. atau panjang x lebar x dlm = 1 x 1 x 0,5 m.
3) Cara Penanaman Jambu Air
Bibit jambu air ditanam ke dlm lubang tanam berukuran 60 x 60 x 60 cm. Perlu memperhatikan kedalaman penanaman & waktu penanaman sebaiknya dilaksanakan persis pada awal musim hujan & pada sore hari.

Demikian Teknik Menanam Jambu Air, semiga bermanfaat.

Baca juga artikel lainnya:
Budidaya Jambu Air
Pengolahan Media Tanam Jambu Air

Pengolahan Media Tanam Jambu Air

Pengolahan Media Tanam Jambu Air - Buka Mata. Berikut adalah cerita mengenai Pengolahan Media Tanam Jambu Air. Harapannya supaya hasilnya dapat bagus.

1) Persiapan Jambu Air

Calon tempat tumbuh tanaman jambu air harus dibersihkan dahulu dari berbagai pengganggu seperti: rerumputan, semak/onak & binatang. Lahan hanya diolah di lubang tanam & dilaksanakan 15-30 m hari sebelum tanam. Jarak tanam jambu air adalah 8 x 8 m dgn lubang tanam berukuran 60 x 60 x 60 cm. 

2) Pembukaan Lahan Untuk Budidaya Jambu Air

Tanah yg akan dipergunakan untuk Tanaman jambu air dikerjakan semua secara bersama, tanaman pengganggu seperti semak-semak & rerumputan dibuang, & benda-benda keras disingkirkan kemudian tanah dibajak atau dicangkul sampai dalam, dgn mempertimbangkan bibit yg akan ditanam. jika bibit berasal dari cangkokan pengolahan tanah tdk perlu terlalu dlm tetapi jika hasil okulasi perlu pengolahan yg cukup dalam. Kemudian dibuatkan saluran air selebar 1 m & kedalam disesuaikan dgn kedalaman air tanah, guna mengatasi sistem pembuangan air yg kurang lancar. Tanah yg kurus & kurang humus/tanah cukup liat diberikan pupuk hijau yg dibuat dgn cara mengubur ranting-ranting & dedaunan, dgn kondisi seperti ini dibiarkan selama kurang lebih 1 tahun kemudian dilanjutkan pembuatan bedengan sesuai dgn kebutuhan.

3) Pengapuran Jambu Air

Pengapuran tanah sebaiknya dilakukan 1 atau 2 bulan menjelang hujan.

4) Pemupukan Jambu Air

Sebelum penanaman kedalam lubang tanam perlu dimasukkan pupuk kandang sekitar 1 blek minyak tanah. Jika perlu ditambah 2 genggam pupuk NPK. Setelah itu perlu diberi pelindung

Demikian artikel tentang Pengolahan Media Tanam Jambu Air, semoga bermanfaat.

Baca artikel:

Pembibitan Jambu Air

Pembibitan Jambu Air - Buka Mata. Pada kesempatan kali ini akan diceritakan tentang Pembibitan Jambu Air. 

1) Persyaratan Benih/Bibit Jambu Air
Biji jambu air berasal dari varietas unggul, berumur lebih dari 15 tahun, produktif & produksi stabil. Biji berasal dari buah masak pohon, yg besarnya normal & mulus. Biji dikeringanginkan selama 1-3 hari di tempat teduh. Biji-biji yg memenuhi syarat adalah berukuran relatif besar, ukuran seragam, bernas & tdk cacat, dianjurkan dlm meggunakan bibit jambu air hasil cangkokan/okulasi. Selain lebih mudah dilakukan, cara ini lebih cepat menghasilkan buah.

2) Persiapan Benih Jambu Air

a. Bibit Enten (Grafting) Jambu Air
Model sambungan yg terbaik adalah sambungan celah. Batang bawah berasal dari bibit hasil perbanyakan dgn biji yg berumur 10 tahun, sedangkan pucuk berasal dari pohon induk unggul. Setelah disambung bibit dipelihara selama 2-3 bulan.

b. Bibit Cangkok Jambu Air
Cabang yg akan dicangkok berada pada tanaman yg unggul & produktif. Cabang yg dipilih tdk telalu tua/muda, berwarna hijau keabu-abuan/kecoklat-coklatan dgn diameter sedikitnya 1.5 cm. Setelah 2-2.5 bulan (sudah berakar), bibit segera dipotong & ditanam dipolibag dgn media campuran : pupuk kandang 1 : 1. Bibit dipelihara selama 1 bulan.

3) Teknik Penyemaian Benih Jambu Air
Persemaian dpt dilakukan di dlm bedengan atau di polibag.

a) Bedengan Jambu Air
  • Olah tanah sedalam 30-40 cm dgn cangkul kemudian keringkan selama 15-30 hari.
  • Buat bedengan dgn lebar 100-120 cm, tinggi 30-40 cm, panjang sesuai lahan & jarak antar bedengan 60 cm.
  • Campurkan 2 kg/m 2 pupuk kandang dgn tanah bedengan.
  • Buat sungkup bedengan berbentuk setengah lingkaran dgn tinggi pusat lingkaran minimal 50 cm. Naungi sungkup dgn plastik bening.
b) Polybag Jambu Air
  • Lubangi dasar polybag diameter 10-15 cm.
  • Isi polibag dgn media berupa campuran tanah, pupuk kandang (2 : 1).
  • Simpan polybag di dlm sungkup.
4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Jambu Air.

Pemeliharaan pembibitan dilakukan dgn cara sebagai berikut:
  • Penyiraman dilakukan 1-2 kali sehari, terutama jika kemarau.
  • Penyiangan dilakukan sesuai dgn pertumbuhan gulma.
  • Pemupukan setiap 3 bulan dgn urea, SP-36 & KCl (2:1) sebanyak 50-100 gram/m 2 atau 4 gram/polibag.
  • Penyemprotan pestisida dgn konsentrasi 30-50% dari dosis anjuran.
  • Membuka sungkup jika cuaca cerah secara berangsur-angsur agar tanaman dpt beradaptasi dgn lingkungan kebun.
5) Pemindahan Bibit Jambu Air
Bibit di bedengan dipindahkan ke polybag setelah berumur 6 bulan. Pindah tanam ke lapangan dilakukan setelah bibit berumur 10-12 bulan di persemaian.

Demikian aertikel ttg Pembibitan Jambu Air, semoga bermanfaat. 

Baca juga artikel lainnya:
Budidaya Jambu Air
Bunga Dahlia

Senin, 14 Januari 2013

Iklim Yang Cocok Untuk Budidaya Jambu Air

Iklim Yang Cocok Untuk Budidaya Jambu Air - Buka Mata. Sebelum melakukan budidaya jambu air, perhatikan iklim yang cocok untuk Budidaya Jambu Air.

Iklim Yang Cocok Untuk Budidaya Jambu Air 
  1. Angin sangat berperan dlm pembudidayaan jambu air. Angin berfungsi dlm membantu penyerbukan pada bunga.
  2. Tanaman jambu air akan tumbuh baik di daerah yg curah hujannya rendah/kering sekitar 500–3.000 mm/tahun & musim kemarau lebih dari 4 bulan. dgn kondisi tersebut, maka jambu air akan memberikan kualitas buah yg baik dgn rasa lebih manis.
  3. Cahaya matahari berpengaruh terhadap kualitas buah yg akan dihasilkan. Intensitas cahaya matahari yg ideal dlm pertumbuhan jambu air adalah 40–80 %.
  4. Suhu yg cocok untuk pertumbuhan tanaman jambu air adalah 18-28 derajat C.
  5. Kelembaban udara antara 50-80 %.
Demikian artikel yang berjudul Iklim Yang Cocok Untuk Budidaya Jambu Air, semoga dapat memberi manfaat.

Baca juga
Jambu Air
Jenis Jambu Air