Sabtu, 13 Oktober 2012

SYARAT TUMBUH TANAMAN STROBERI

Syarat Tumbuh Tanaman Stroberi - Buka Mata. Beberapah hal yang berhubungan dengan syarat tumbuh tanaman stroberi adalah sbb:

SYARAT TUMBUH TANAMAN STROBERI

Iklim
  • Tanaman stroberi dpt tumbuh dgn baik di daerah dgn curah hujan 600-700 mm/tahun.
  • Lamanya penyinaran cahaya matahari yg dibutuhkan dlm pertumbuhan adalah 8–10 jam setiap harinya.
  • Stroberi adalah tanaman subtropis yg dpt beradaptasi dgn baik di dataran tinggi tropis yg memiliki temperatur 17–20 derajat C.
  • Kelembaban udara yg baik utk pertumbuhan tanaman stroberi antara 80-90%.
Media Tanam
  • Jika ditanam di kebun, tanah yg dibutuhkan adalah tanah liat berpasir, subur, gembur, mengandung banyak bahan organik, tata air & udara baik.
  • Derajat keasaman tanah (pH tanah) yg ideal utk budidaya stroberi di kebun adalah 5.4-7.0, sedangkan utk budidaya di pot adalah 6.5–7,0.
  • Jika ditanam dikebun maka kedalaman air tanah yg disyaratkan adalah 50-100 cm dari permukaan tanah. Jika ditanam di dlm pot, media harus memiliki sifat poros, mudah merembeskan air& unsur hara selalu tersedia.
Ketinggian Tempat
  • Ketinggian tempat yg memenuhi syarat iklim tersebut adalah 1.000-1.500 meter dpl.
 Baca juga tentang >> Cara Budidaya Stroberi

Stroberi

Jumat, 12 Oktober 2012

Cara Budidaya Belimbing

Cara Budidaya Belimbing - Buka Mata. Pada kesempata kali ini akan disajikan mengenai "tips cara budidaya buah belimbing" dan harapannya artikel tentang Cara Budidaya Belimbing dapat memberikan manfaat.

Cara Budidaya Belimbing

Belimbing merupakan tanaman buah berupa pohon yg berasal dari kawasan Malaysia, kemudian menyebar luas ke berbagai negara yg beriklim tropis lainnya di dunia termasuk Indonesia. Pada umumnya belimbing ditanam dlm bentuk kultur pekarangan (home yard gardening), yaitu diusahakan sbg usaha sambilan sbg tanaman peneduh di halaman-halaman rumah. Di kawasan Amerika, buah belimbing dikenal dengan nama /sebutan “star fruits”, & jenis belimbing yg populer & digemari masyarakat adalah belimbing “Florida”.

JENIS TANAMAN BELIMBING
  • Di Indonesia dikenal cukup banyak ragam varietas belimbing, diantaranya varietas Sembiring, Siwalan, Dewi, Demak kapur, Demak kunir, Demak jingga, Pasar minggu, Wijaya, Paris, Filipina, Taiwan, Bangkok, & varietas Malaysia. Tahun 1987 telah dilepas dua varietas belimbing unggul nasional yaitu: varietas Kunir & Kapur.
MANFAAT TANAMAN BELIMBING
  • Manfaat utama tanaman ini sbg makan buah segar maupun makanan buah olahan ataupun obat tadisional. Manfaat lainnya sbg stabilisator & pemeliharaan lingkungan, antara lain dpt menyerap gas-gas beracun buangan kendaraan bermotor, dll, menyaring debu, meredam getaran suara, & memelihara lingkungan dari pencemaran karena berbagai kegiatan manusia. Sbg wahana pendidikan, penanaman belimbing di halaman rumah tidak terpisahkan dari program pemerintah dlm usaha gerakan menanam sejuta pohon. Selain itu buah belimbing dapat untuk mengobati jerawat secara alami ataupun untuk mengobati asam urat.
SENTRA PENANAMAN BELIMBING
  • Sentra/pusat penanaman tanaman belimbing sbg usahatani secara intensif & komersial adalah Malaysia.
SYARAT TUMBUH TANAMAN BELIMBING
Seperti halnya syarat tumbuh tanaman stroberi, belimbing juga harus memperhatikan:
Iklim
  • Utk pertumbuhan dibutuhkan keadaan angin yg tidak terlalu kencang, karena dpt menyebabkan gugurnya bunga atau buah.
  • Curah hujan sedang, di daerah yg curah hujannya tinggi seringkali menyebabkan gugurnya bunga & buah, sehingga produksinya akan rendah.
  • Tempat tanamnya terbuka & mendpt sinar matahari secara memadai dengan intensitas penyinaran 45–50 %, namun juga toleran terhadap naungan (tempat terlindung).
  • Suhu & kelembaban ataupun iklimnya termasuk tipe A (amat basah), B (agak basah), C (basah), dengan 6–12 bulan basah & 0–6 bulan keing, namun paling baik di daerah yg mempunyai 7,5 bulan basah & 4,5 bulan kering.
Media Tanam
  • Hampir semua jenis tanah yg digunakan utk pertanian cocok pula utk tanaman belimbing. Tanahnya subur, gembur, banyak mengandung bahan organik, aerasi & drainasenya baik.
  • Derajat keasaman tanah utk tanaman belimbing yaitu memiliki pH 5,5–7,5.
  • Kandungan air dlm tanah atau kedalaman air tanah antara 50–200 cm dibawah permukaan tanah.
Ketinggian Tempat
  • Ketinggian tempat yg cocok utk tanaman belimbing yaitu di dataran rendah sampai ketinggian 500 m dpl.
PEDOMAN BUDIDAYA BELIMBING

Persyaratan Benih & Bibit Belimbing
  • Teknologi produksi bibit unggul belimbing harus selalu menggunakan pohon induk unggul atau pembiakan secara vegetatif (cangkok, okulasi, enten, & susuan). Pembiakan secara generatif dengan biji tidak dianjurkan, karena hampir selalu memberikan keturunan berbeda dengan induknya (segregasi genetis). Oleh karena itu, pembiakan generatif (biji) hanya dimaksudkan utk menghasilkan bibit batang bawah (onderstam) yg kelak digunakan pada perbanyakan vegetatif.
Penyiapan Benih Belimbing
Penyiapan bibit unggul belimbing dilakukan dengan cara pembiakan vegetatif (cangkok, okulasi, susuan & enten). Khusus pada perbanyakan vegetatif dengan cara penyambungan (okulasi, enten, susuan) diperlukan batang bawah atau bibit onderstam yg berasal dari biji (pembiakan generatif). Tata cara penyiapan batang bawah utk penyiapan biji (benih) belimbing sbg berikut:
  • Pilih buah belimbing yg sudah matang dipohon & keadaannya sehat serta berasal dari varietas unggul nasional ataupun lokal.
  • Ambil (keluarkan) biji dari buah dengan cara membelahnya, kemudian tampung dlm suatu wadah.
  • Cuci biji belimbing dengan air bersih hingga bebas dari lendirnya.
  • Keringanginkan biji belimbing ditempat teduh & kering hingga kadar airnya berkisar antara 12–14 %.
  • Simpan biji belimbing dlm suatu wadah tertutup rapat & berwarna, atau langsung disemai di persemaian.
Teknik Penyemaian Benih Belimbing
Penyiapan lahan persemaian meliputi tahapan sbg berikut:
  • Tentukan (pilih) areal utk lahan persemaian di tempat yg strategis & tanahnya subur.
  • Olah tanahnya cukup dlm antara 30-40 cm hingga gembur, kemudian dikering-anginkan selama ± 15 hari. Buat bedengan selebar 100-120 cm, tinggi 30 cm & panjangnya tergantung keadaan lahan. Arah bedengan sebaiknya membujur posisi Utara-Selatan.
  • Tambahkan pupuk kandang yg matang & halus sebanyak 2 kg/m2 luas bedengan sambil dicampurkan dengan tanah atas secara merata, kemudian rapikan bedengan dengan alat bantu papan kayu atau bambu ataupun cangkul.
  • Tancapkan tiang-tiang bambu di sisi Timur bedengan setinggi 100-150 cm & di sisi Barat 75-100 cm, kemudian pasang pula palang-palang dari bilah bambu sambil diikat.
  • Pasang atap persemaian dari dedaunan (jerami) atau lembar plastik bening (transparan), sehingga bedengan persemaian lengkap dengan atapnya siap disemai biji belimbing.
Tatacara menyemai biji belimbing adalah sbg berikut:
  • Rendam biji belimbing dlm air dingin atau hangat kuku (55-60 derajat C) selama 30 menit atau lebih.
  • Kecambahkan biji belimbing dengan cara disimpan dlm gulungan kain basah di tempat yg lembab selama beberapa waktu.
  • Semai biji belimbing yg telah berkecambah pada lahan pesemaian. Caranya adalah biji disebar di sepanjang garitan atau alur-alur dangkal pada jarak antar alur sekitar 10-15 cm, kemudian tutup dengan tanah tipis.
  • Biarkan kecambah tumbuh & berkembang menjadi bibit muda.
Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian
Pemeliharaan bibit selama di pesemaian dilakukan dengan tahapan sbg berikut :
  • Penyiraman (pengairan) secara kontinyu 1-2 kali sehari atau tergantung keadaan cuaca.
  • Pemupukan dengan pupuk Nitrogen (Urea, ZA) ataupun NPK yg dilarutkan dlm air dengan dosis 10 gram/10 liter utk disiramkan pada media pesemaian setiap 3 bulan sekali.
Pengendalian hama atau penyakit dengan cara memotong bagian yg terserang parah, perbaikan drainase tanah & penyemprotan pestisida pada konsentrasi rendah antara 30–50 % dari yg dianjurkan.

Pemindahan Bibit
Penyapihan (pendederan bibit pada umur 6–8 bulan dari pesemaian ke dlm polibag atau keranjang atau lahan yg telah diisi media campuran tanah dengan pupuk kandang.

Pengolahan Media Tanam
1) Persiapan
  • Luasan minimum yg diperlukan utk operasional pembibitan adalah 2.000 m 2 , yg dpt menampung bibit sebanyak 5.000-10.000 bibit. Sedangkan lahan utk pohon induk dpt disediakan tersendiri atau ditanam dlm lahan operasional. Syarat utama dlm pemilihan lahan adalah tersedianya air bagi tanaman, sbg indikator alami ada atau tidaknya sumber air dpt digunakan pohon enau, karena umumnya pohon enau hidup di daerah yg banyak mengandung air. Ciri lain lahan yg mengandung air adalah daerah tersebut berada di suatu lembah bukit atau pegunungan. Lahan utk tanaman belimbing di dataran rendah sampai ketinggian 500 m dpl, dengan kedalaman air tanah antara 50–200 cm dibawah pemukaan tanah & memiliki pH 5,5–7,5. Tanah lahannya subur, gembur, banyak mengandung bahan organik, aerasi & drainasenya baik, serta waktu penanaman yg paling baik di daerah yg mempunyai iklim antara 7,5 bulan basah & 4,5 bulan kering.
2) Pembukaan Lahan
  • Tentukan areal lahan yg strategis & subur, cara pengolahan lahan (pembajakan/pengarukan & pencangkulan) tanah lahan cukup dlm antara 30–40 cm hingga gembur, kemudian dikeringanginkan selama 15 hari. Tambahkan pada tanah lahan yg telah diolah pupuk kandang yg matang & halus sebanyak 2 kg/m 2 kemudian rapikan bedengan sambil icampurkan dengan tanah atas secara merata, & dirapikan dengan alat bantu papan kayu atau bambu atau cangkal & selanjutnya lahan siap ditanami.
3) Pembentukan Bedengan
  • Bedengan dibuat dengan ukuran lebar 100–120 cm, tinggi 30 cm & panjangnya tergantung keadaan lahan. Bedengan sebaiknya membujur posisi Utara-Selatan. Pasang (tancapkan) tiang-tiang bambu di sisi Timur bedengan setinggi 100–150 cm, & di sisi Barat 75–100 cm, kemudian pasang pula palang-palang sambil diikat. Selanjutnya pasang atap dari dedaunan (jerami) atau plastik bening (transparan) sehingga bedengan siap digunakan.
Teknik Penanaman Belimbing
1) Penentuan Pola Tanam
  • Penetuan jarak tanam & pola tanam biasanya relatif tergantung pada luas lahan yg ada. Pada umumnya, bila areal lahan cukup luas maka jarak tanam antar tanaman belimbing dibuat sekitar 6 x 6 meter. Atau dpt pula digunakan dalan jarak tanam 5 x 5 m dengan pola tanam dlm bentuk kultur perkebunan secara permanen & dipelihara intensif.
2) Pembuatan Lubang Tanam
  • Sebelum bibit ditanam, terlebih dulu dibuat lubang tanam. Lubang tanam berukuran 50 x 50 x 50 cm. Lubang digali sedlm 50 cm, separuh tanah galian bagian atas dipisahkan, lubang diangin-anginkan selama 2-4 minggu. Setelah cukup dianginkan, tanah dibagian atas dicampur dengan pupuk kandang ayam dengan perbandingan 1:1. Selain itu juga diberi pupuk NPK 20-10-10 sebanyak 1 genggam per lubang tanam. Kemudian campuran tanah & pupuk itu dimasukkan kembali ke dlm lubang.
3) Cara Penanaman
  • Lubang yg sudah dipersiapkan utk ditanami seperti diatas, setelah diberi pupuk tidak langsung ditanami, tetapi dibiarkan selama 1 minggu setelah itu baru ditanami. Bila yg ditanam bibit okulasi klon B17, maka pada waktu ditanam di lapang harus dikombinasikan/diseling dengan bibit klon B2. Caranya,diantara 8 tanaman B17 ditengah-tengahnya ditanami B2. Kombinasi ini dimaksudkan utk membantu penyerbukan, karena menurut seorang ahli, diduga belimbing klon B17 ini bersifat male sterile, sehingga perlu bantuan serbuk sari klon B2 dlm penyerbukannya.
Pemeliharaan Tanaman
1) Penjarangan & Penyulaman
  • Penjarangan & penyulaman dimaksudkan agar buah lebih leluasa berkembang & distribusi makanan hanya utk buah yg dipelihara. Dlm penjarangan ini diusahakan tidak ada buah yg bergerombol atau berdempetan. Satu pohon diperkirakan hanya ada 100 buah belimbing yg dipelihara sampai besar. Penjarangan dilakukan saat buah sebesar 2,5–5 cm, atau 5–10 hari setelah bunga bermekaran.
2) Penyiangan, Pembubunan & Perempalan
  • Penyiangan, pembubunan & perempalan dilakukan agar tanaman belimbing menghasilkan buah secara produktif, & mendapatkan hasil yg maksimal. Penyiangan dilakukan dengan melakukan pemangkasan utk membentuk tajuk tanaman agar tanaman tidak saling berhimpitan. Hal ini utk mendorong produksi buah & memudahkan pemanenan.
3) Pemupukan
  • Pemupukan utk 3 bulan setelah tanam adalah 25 kg pupuk kandang ayam dengan 50 gram NPK/pohon. Umur setahun 25 kg pupuk kandang dengan 150 gram NPK/pohon. Umur 2 tahun diberikan 50 kg pupuk kandang & 500 gram NPK/pohon, & umur 3 tahun keatas diberikan 75 kg pupuk kandang dengan 1 kg NPK/pohon. Utk media tanam berupa pot atau tanaman buah dlm pot (tabulampot) pemupukan diberikan pada waktu umur tanaman 1 bulan diberi pupuk dasar berupa campuran urea, TSP atau SP & KCL (2:1:1) sebanyak 20 gr atau 2 sendok makan per pohon (pot). Pupuk tersebut dibenamkan dlm pot. Setiap sebulan sekali dipupuk dengan pupuk nitrogen ZA sebanyak 10 gr dilarutkan dlm 10 liter air, larutan ini disiramkan pada tanaman belimbing dlm pot hingga tampak cukup basah. Pada tanaman belimbing yg sudah mulai berbunga & berbuah diberi pupuk NPK sebanyak 25–50 gram/pohon (pot)/tahun. Waku pemberian pupuk sebaiknya sebelum tanaman berbunga, setelah berbuah, & seusai panen, sehingga tiap tahun minimal dilakukan pemupukan 3 kali masing-masing 1/3 dosis.
4) Pengairan & Penyiraman
  • Tanaman belimbing banyak membutuhkan air sepanjang hidupnya. Di daerah yg sepanjang tahun mendapatkan air tentu tidak masalah, namun di daerah yg kering tanaman perlu diberi pengairan & disiram. Sbg indikasi bila tanaman perlu disiram yaitu bila rumput-rumput yg tumbuh dibawah pohon sudah mulai layu. Penyiraman dpt dilakukan dengan cara penggenangan (dileb) atau disiram sampai daerah sekitar tajuk tanaman basah. Meskipun selalu butuh air, tanaman ini kurang menyukai air tergenang, perlu diberi sarana drainase & air segera dialirkan ke luar kebun agar tidak menggenang.
5) Waktu Penyemprotan Pestisida
  • Sbg pencegahan terhadap hama & penyakit tanaman belimbing maka perlu dilakukan penyemprotan pestisida. Waktu penyemprotan pestisida dilakukan 2 minggu sekali, misalnya dengan ‘Thamaron Super’ yg takarannya disesuaikan dengan dosis yg tertera pada kemasan.
HAMA & PENYAKIT BELIMBING
Hama Belimbing
1) Lalat buah (Dacus pedestris)
  • Lalat ini berwarna coklat kekuning-kuningan dengan dua garis membujur, pinggangnya ramping, bersayap seperti baju tidur yg strukturnya tipis & transparan. Lalat betina meletakkan telur pada kulit buah, kemudian menetas menjadi larva. Larva inilah yg kemudian merusak daging buah belimbing hingga menyebabkan bususk & berguguran. Pengendalian: dilakukan dengan cara pembungkusan buah pada stadium pentil (umur 1 bulan dari bunga mekar), mengumpulkan & membakar sisa-sisa tanaman yg berserakan di bawah pohon, memasang sex pheromone seperti Methyl eugenol dlm botol aqua bekas.
2) Hama lain: kutu daun, semut ngangrang (Oecophylla smaragdina) & kelelawar.
  • Pengendalian: kutu daun & semut dpt disemprot dengan insektisida yg mangkus seperti Matador 25 EC dll, sedangkan kelelawar harus dengan cara dihalau.
Penyakit Belimbing
1) Bercak daun
  • Penyebab: cendawan Cercospora averrhoae Fres. Gejala: terjadi bercak-becak klorotik berbentuk bulat & kecil-kecil pada anak daun. Daun yg terserang berat menjadi kuning & rontok, bahkan sampai gundul pada tanaman muda atau stadium bibit. Pengendalian: dengan cara memotong (amputasi) bagian tanaman yg sakit & disemprot fungisida yg berbahan aktif Kaptafol, seperti Difolatan, dll.
2) Penyakit kapang jelaga
  • Penyakit ini hidup sbg saprofit pada madu yg dihasilkan oleh kutu-kutu putih. Gejala: permukaan daun tertutup oleh warna hitam, sehingga dpt mengganggu proses fotosintesis. Pengendalian: disemprot dengan fungisida yg mangkus, misalnya Dithane M45 pada konsentrasi yg dianjurkan.
PANEN BUAH BELIMBING
Ciri & Umur Panen Belimbing
  • Umur panen (petik) buah belimbing sangat dipengaruhi oleh letak geografi penanaman, yaitu faktor lingkungan & iklim. Di dataran rendah yg tipe iklimnya basah, umur petik buah belimbing sekitar 35–60 hari setelah pembungkusan buah atau 65–90 hari setelah bunga mekar. Ciri buah belimbing yg sudah saatnya dipanen adalah ukurannya besar (maksimal), telah matang & warna buahnya berubah dari hijau menjadi putih atau kuning atau merah atau variasi warna lainnya. Hal ini tergantung dari varietas belimbing.
Cara Panen Belimbing
  • Cara panen buah belimbing dilakukan dengan cara memotong tangkainya. Pemetikan buah berlangsung secara kontinyu dengan memilih buah yg telah matang. Waktu panen yg paling baik adalah pagi hari, saat buah masih segar & sebelum cuaca terlalu panas (terik). Buah belimbing yg baru dipetik segera dimasukkan (ditampung) dlm suatu wadah secara hati-hati agar tidak memar atau rusak.
Periode Panen Belimbing
  • Periode panen buah belimbing, umumnya penen perdana pada umur 3-4 tahun setelah tanam. Pembungaan & pembuahan belimbing dpt terus menerus sepanjang tahun, masa panen paling lebat (banyak) biasanya terjadi tiga kali dlm setahun.
Prakiraan Produksi
  • Potensi hasil/produksi buah belimbing varietas unggul yg ditanam di kebun secara permanen & dipelihara intensif dpt mencapai antara 150–300 buah/pohon/tahun. Bila jarak tanam 5 x 5 m dengan populasi per hektar antara 250–400 pohon dengan produktivitas 150–300 buah/pohon & berat per buah rata-rata 160 gram, maka tingkat produksi per hektar mencapai 6–19 ton.
PASCAPANEN BELIMBING
  • Seusai panen belimbing perlu penanganan pascapanen lebih lanjut, terutama bila jumlahnya melimpah (banyak). Tahapan penangan pascapanen buah belimbing adalah sbg berikut:
Pengumpulan
  • Kumpulkan buah belimbing di suatu tempat atau ruangan yg teduh.
Penyortiran & Penggolongan
  • Pilih buah bedasarkan tingkat kematangan & ukuran yg seragam. Pisahkan (buang) buah yg rusak, cacat atau diserang hama & penyakit. Bersihkan buah dari kotoran yg mungkin menempel dengan alat bantu kuat lembut (halus).
Penyimpanan
  • Simpan buah belimbing dlm wadah & ruangan (tempat) yg dingin utk persediaan keluarga, atau simpan kotak karton berisi buah belimbing di ruangan pendingin bersuhu antara 5-20 derajat C.
Pengemasan & Pengangkutan
  • Bungkus tiap buah atau beberapa buah dengan plastik regang atau kertas tissue atau polysterene net.
  • Masukkan buah belimbing ke dlm wadah (kontainer) berupa kotak karton yg bagian dasar & dindingnya dialasi (dilapisi) busa. Tiap kotak karton berisi maksimal 3 lapis buah belimbing dengan posisi buah bagian pangkalnya berada di bawah. Buah belimbing yg sudah dikemas siap diangkut ke tempat penjualan/penampungan.
Baca Juga artikel tentang Cara Budidaya Stroberi >>> Kata Kunci :  Budidaya Belimbing, Cara Budidaya Belimbing, Cara Budidaya Buah Belimbing, Cara Budidaya Tanaman Belimbing, Bibit Belimbing, Hama dan Penyakit Belimbing, Panen Belimbing, Pedoman Budidaya Belimbing

WARGA PASEH MENGGELAR SEDEKAH BUMI


Sejak jumat pagi 11/10/2012, nampak para ibu sibuk di dapur, kesibukan kali ini lain dari biasanya. Para ibu ini sibuk memasak dan menambahkan porsi masak dari yang biasanya. Ya, mereka membuat makanan yang akan dibawa ke lokasi dimana akan dilaksanakan ritual Sedekah Bumi yang akan dilaksanakan di halaman masjid Al Munawaroh dusun Kepyar Desa Paseh.
Pukul 10.30 wib, para ibu dan anak-anak ramai-ramai membawa tampah/tampi di pinggang mereka, Tampi itu berisikan 3 sampai 5 buah bungkusan nasi dan lauk pauk atau warga desa Paseh menyebutnya Tuntuman atupun Takir. Takir kemudian dibawa ke lokasi sedekah dimana para warga berkumpul.
Setelah semua berkumpul, dan bungkusan makanan tersebut selesai disiapkan sebagai symbol kemakmuran. Kemudian salah satu warga membuka acara, memberi sambutan, dan dilanjutkan dengan membaca doa sementara para warga mengamininya.
Seusai acara doa bersama, kemudian warga yang hadir diberikan satu persatu makanan (Takir) untuk dibawa kerumah masing masing yang menandakan bahwa warga masyarakat disini masih mengutamakan kebersamaan dan saling berbagi rejeki.
Dalam sambutan yang disamapaikan oleh Bapak Mustafid yang sekaligus pemimpin doa, beliau memaparkan bahwa kegiatan seperti ini adalah wujud rasa syukur kita sebagai warga desa atas segala nikmat yang di karuniakan oleh Allah swt yang telah memberikan kepada warga keselamatan, keberkahan, kesuburan tanah dan berlimpahnya hasil panen meskipun musim kemarau kali ini hasil panen mereka terutama panen salak berkurang. Sembari bersyukur, dalam kalimat doa juga termuat permohonan agar desa Paseh senantiasa aman, tentram damai sejahtera dan jauh dari bencana.
Acara selamtan bumi ini adalah acara yang di laksanakan setiap satu tahun sekali oleh warga, bahkan pada jaman dulu warga menggelar acara” ruatan” yaitu pentas kesenaian wayang kulit yang diadakan semalam suntuk di desa sebagai acara hiburan warga. Seiring dengan berkembangnya zaman dan beratnya beban ekonomi masyarakat, ritual tersebut kini jarang ditemukan dan bahkan ditiadakan mengingat untuk menggelar acara tersebut membutuhkan biaya yang tak sedikit.

Kamis, 11 Oktober 2012

Cara Budidaya Stroberi


Cara Budidaya Stroberi – Buka Mata. Tanaman stroberi jika dibudidayakan secara benar maka akan menjadikan buah stroberi menjadi komoditi yang menghasikan nilai ekonomis. Pada kesempatan ini akan dihaturkan mengenai  tips cara budidaya menanam buah stroberi dan semoga dapat member manfaat. Varitas stroberi  yg dpt ditanam di Indonesia adalah Osogrande, Pajero, Selva, Ostara, Tenira, Robunda, Bogota, Elvira, Grella & Red Gantlet. Di Cianjur ditanam varitas Hokowaze asal Jepang yg cepat berbuah.

Cara Budidaya Stroberi

MANFAAT TANAMAN STROBERI
Buah stroberi dimanfaatkan sebagai makanan dlm keadaan segar atau olahannya. Produk makanan yg terbuat dari stroberi telah banyak dikenal misalnya sirup, jam, ataupun stup (compote) stroberi.

SENTRA PENANAMAN BUAH STROBERI
Dpt dikatakan bahwa budidaya stroberi belum banyak dikenal & diminati. Karena memerlukan temperatur rendah, budidaya di Indonesia harus dilakukan di dataran tinggi. Lembang & Cianjur (Jawa Barat) adalah daerah sentra pertanian di mana petani sudah mulai banyak membudidayakan stroberi. Dpt dikatakan bahwa utk saat ini, kedua wilayah tersebut adalah sentra penanaman stroberi.

SYARAT PERTUMBUHAN TANAMAN STROBERI
Iklim
  • Tanaman stroberi dpt tumbuh dgn baik di daerah dgn curah hujan 600-700 mm/tahun.
  • Lamanya penyinaran cahaya matahari yg dibutuhkan dlm pertumbuhan adalah 8–10 jam setiap harinya.
  • Stroberi adalah tanaman subtropis yg dpt beradaptasi dgn baik di dataran tinggi tropis yg memiliki temperatur 17–20 derajat C.
  • Kelembaban udara yg baik utk pertumbuhan tanaman stroberi antara 80-90%.
Media Tanam
  • Jika ditanam di kebun, tanah yg dibutuhkan adalah tanah liat berpasir, subur, gembur, mengandung banyak bahan organik, tata air & udara baik.
  • Derajat keasaman tanah (pH tanah) yg ideal utk budidaya stroberi di kebun adalah 5.4-7.0, sedangkan utk budidaya di pot adalah 6.5–7,0.
  • Jika ditanam dikebun maka kedalaman air tanah yg disyaratkan adalah 50-100 cm dari permukaan tanah. Jika ditanam di dlm pot, media harus memiliki sifat poros, mudah merembeskan air& unsur hara selalu tersedia.
Ketinggian Tempat
Ketinggian tempat yg memenuhi syarat iklim tersebut adalah 1.000-1.500 meter dpl.

Pembibitan Tanaman Stroberi
Stroberi diperbanyak dgn biji & bibit vegetatif (anakan & stolon atau akar sulur). Adapun kebutuhan bibit per hektar antara 40.000-83.350.
1. Perbanyakan dgn biji
  • Benih dibeli dari toko pertanian, rendam benih di dlm air selama 15 menit lalu keringanginkan.
  • Kotak persemaian berupa kotak kayu atau plastik, diisi dgn media berupa campuran tanah, pasir & pupuk kandang (kompos) halus yg bersih (1:1:1). Benih disemaikan merata di atas media & tutup dgn tanah tipis. Kotak semai ditutup dgn plastik atau kaca bening & disimpan pada temperatur18-20 derajat C.
  • Persemaian disiram setiap hari, setelah bibit berdaun dua helai siap dipindahtanam ke bedeng sapih dgn jarak antar bibit 2-3 cm. Media tanam bedeng sapih sama dgn media persemaian. Bedgn dinaungi dgn plastik bening. Selama di dlm bedengan, bibit diberi pupuk daun. Setelah berukuran 10 cm & tanaman telah merumpun, bibit dipindahkan ke kebun.
2. Bibit vegetatif utk budidaya stroberi di kebun Tanaman induk yg dipilih harus berumur 1-2 tahun, sehat & produktif. Penyiapan bibit anakan & stolon adalah sebagai berikut:
  • Bibit anakan : Rumpun dibongkar dgn cangkul, tanaman induk dibagi menjadi beberapa bagian yg sedikitnya mengandung 1 anakan. Setiap anakan ditanam dlm polibag 18 x 15 cm berisi campuran tanah, pasir & pupuk kandang halis (1:1:1), simpan di bedeng persemaian beratap plastik.
  • Bibit stolon : Rumpun yg dipilih telah memiliki akar sulur pertama & kedua. Kedua akar sulur ini dipotong. Bibit ditanam di dlm atau polibag 18 x 15 cm berisi campuran tanah, pasir & pupuk kandang (1:1:1). Setelah tingginya 10 cm & berdaun rimbun, bibit siap dipindahkan ke kebun.
3. Bibit utk budidaya stroberi di polibag : Pembibitan dari benih atau anakan/stolon dilakukan dgn cara yg sama, tetapi media tanam berupa campuran gabah padi & pupuk kandang (2:1). Setelah bibit di persemaian berdaun dua atau bibit dari anakan/stolon di polibag kecil (18 x15) siap pindah, bibit dipindahkan ke polibag besar ukuran 30 x 20 cm berisi media yg sama. Di polibag ini bibit dipelihara sampai menghasilkan.

Pengolahan Media Tanam
1. Budidaya di Kebun Tanpa Mulsa Plastik
  • Di awal musim hujan, lahan diolah dgn baik sedlm 30-40 cm.
  • Keringanginkan selama 15-30 hari.
  • Buat bedengan: lebar 80 x 100 cm, tinggi 30-40 cm, panjang disesuaikan dgn lahan, jarak antar bedgn 40 x 60 cm atau guludan: lebar 40 x 60 cm, tinggi 30-40 cm, panjang disesuaikan dgn lahan, jarak antar gulu& 40 x 60 cm.
  • Taburkan 20-30 ton/ha pupuk kandang/kompos secara merata di permukaan bedengan/ guludan.
  • Biarkan bedengan/gulu& selama 15 hari. f) Buat lubang tanam dgn jarak 40 x 30 cm, 50 x 50 cm atau 50 x 40 cm.
2. Budidaya di Kebun Dgn Mulsa Plastik.
  • Di awal musim hujan, lahan diolah dgn baik & keringanginkan 15-30 hari.
  • Buatlah bedengan: lebar 80 x 120 cm, tinggi 30-40 cm, panjang disesuaikan dgn lahan, jarak antar bedgn 60 cm atau guludan: lebar bawah 60 cm, lebar atas 40 cm, tinggi 30-40 cm, panjang disesuaikan dgn lahan, jarak antar bedgn 60 cm.
  • Keringanginkan 15 hari.
  • Taburkan & campurkan dgn tanah bedengan/gulu& 200 kg urea, 250 kg SP-36 & 100 kg/ha KCl.
  • Siram hingga lembab.
  • Pasang mulsa plastik hitam atau hitam perak menutupi bedengan/gulu& & kuatkan ujung-ujungnya dgn bantuan bambu berbentuk U.
  • Buat lubang di atas plastik seukuran alas kaleng bekas susu kental manis. Jarak antar lubang dlm barisan 30, 40 atau 50 cm, sehingga jarak tanam menjadi 40 x 30, 50 x 50 atau 50 x 40 cm.
  • Buat lubang tanam di atas lubang mulsa tadi.
3. Pengapuran : Bila tanah masam, 2-4 ton/ha kapur kalsit/dolomit ditebarkan di atas bedengan/gulu& lalu dicampur merata. Pengapuran dilakukan segera setelah bedengan/gulu& selesai dibuat.
Pemeliharaan Tanaman
Penyulaman : 
  • Penyulaman dilakukan sebelum tanaman berumur 15 hari setelah tanam. Tanaman yg disulam adalah yg mati atau tumbuh abnormal.
Penyiangan : 
  • Penyiangan dilakukan pada pertanaman stroberi tanpa ataupun dgn mulsa plastik. Mulsa yg berada di antara barisan/bedgn dicabut & dibenamkan ke dlm tanah. Waktu penyiangan tergantung dari pertumbuhan gulma, biasanya dilakukan bersama pemupukan susulan.
Perempelan/Pemangkasan : 
  • Tanaman yg terlalu rimbun, terlalu banyak daun harus dipangkas. Pemangkasan dilakukan teratur terutama membuang daun-daun tua/rusak. Tanaman stroberi diremajakan setiap 2 tahun.
Pemupukan
  • Pertanaman tanpa mulsa: Pupuk susulan diberikan 1,5-2 bulan setelah tanam sebanyak 2/3 dosis anjuran. Pemberian dgn cara ditabur dlm larikan dangkal di antara barisan, kemudian ditutup tanah.
  • Pertanaman dgn mulsa: Pupuk susulan ditambahkan jika pertumbuhan kurang baik. Campuran urea, SP-36 & KCl (1:2:1,5) sebanyak 5 kg dilarutkan dlm 200 liter air. Setiap tanaman disiram dgn 350-500 cc larutan pupuk.
5. Pengairan & Penyiraman : 
  • Sampai tanaman berumur 2 minggu, penyiraman dilakukan 2 kali sehari. Setelah itu penyiraman dikurangi berangsur-angsur dgn syarat tanah tdk mengering. Pengairan bisa dgn disiram atau menjanuhi parit antar bedgn dgn air.
6. Pemasangan Mulsa Kering : 
  • Mulsa kering dipasang seawal mungkin setelah tanam pada bedengan/ gulu& yg tdk memakai mulsa plastik. Jerami atau rumput kering setebal 3–5 cm dihamparkan di permukaan bedengan/gulu& & antara barisan tanaman.
Hama & Penyakit Tanaman Stroberi

1. Kutu daun (Chaetosiphon fragaefolii)
  • Kutu berwarna kuning-kuning kemerahan, kecil (1-2 mm), hidup bergerombol di permukaan bawah daun.
  • Gejala: pucuk/daun keriput, keriting, pembentukan bunga/buah terhambat.
  • Pengendalian: dgn insektisida Fastac 15 EC & Confidor 200 LC.
2. Tungau (Tetranychus sp. & Tarsonemus sp.)
  • Tungau berukuran sangat kecil, betina berbentuk oval, jantan berbentuk agak segi tiga & telur kemerah-merahan.
  • Gejala: daun berbercak kuning sampai coklat, keriting, mengering & gugur.
  • Pengendalian: dgn insektisida Omite 570 EC, Mitac 200 EC atau Agrimec 18 EC.
3. Kumbang penggerek bunga (Anthonomus rubi), kumbang penggerek akar (Otiorhynchus rugosostriatus) & kumbang penggerek batang (O. sulcatus).
  • Gejala: di bagian tanaman yg digerek terdpt tepung.
  • Pengendalian: dgn insektisida Decis 2,5 EC, Perfekthion 400 EC atau Curacron 500 EC pada waktu menjelang fase berbunga.
4. Kutu putih (Pseudococcus sp.)
  • Gejala: bagian tanaman yg tertutupi kutu putih akan menjadi abnormal.
  • Pengendalian: kimia dgn insektisida Perfekthion 400 EC atau Decis 2,5 EC.
5. Nematoda (Aphelenchoides fragariae atau A. ritzemabosi)
  • Hidup di pangkal batang bahkan sampai pucuk tanaman.
  • Gejala: tanaman tumbuh kerdil, tangkai daun kurus & kurang berbulu.
  • Pengendalian: dgn nematisida Trimaton 370 AS, Rugby 10 G atau Nemacur 10 G.
Penyakit Tanaman Stroberi

1. Kapang kelabu (Botrytis cinerea)
  • Gejala: bagian buah membusuk & berwarna coklat lalu mengering.
  • Pengendalian: dgn fungisida Benlate atau Grosid 50 SD.
2. Busuk buah matang (Colletotrichum fragariae Brooks)
  • Gejala: bah masak menjadi kebasah-basahan berwarna coklat muda & buah dipenuhi massa spora berwarna merah jambu.
  • Pengendalian: dgn fungisida berbahan aktif tembaga seperti Kocide 80 AS, Funguran 82 WP, Cupravit OB 21.
3. Busuk rizopus (Rhizopus stolonifer).

Gejala:
  • buah busuk, berair, berwarna coklat muda & bila ditekan akan mengeluarkan cairan keruh;
  • di tempat penyimpanan, buah yg terinfeksi akan tertutup miselium jamur berwarna putih & spora hitam.
Pengendalian:
  • membuang buah yg sakit, pasca panen yg baik & budidaya dgn mulsa plastik.
4. Empulur merah (Phytophthora fragariae Hickman)

Gejala:
  • jamur menyerang akar sehingga tanaman tumbuh kerdil, daun tdk segar, kadang-kadang layu terutama siang hari.
5. Embun tepung (Sphaetotheca mascularis atau Uncinula necator).
  • Gejala: bagian yg terserang, terutama daun, tertutup lapisan putih tipis seperti tepung, bunga akan mengering & gugur.
  • Pengendalian: dgn fungisida Benlate atau Rubigan 120 EC.
6. Daun gosong (Diplocarpon earliana atau Marssonina fragariae)

Gejala:
  • Daun berbercak bulat telur sampai bersudut tdk teratur, berwarna ungu tua.
Pengendalian :
  • Pegendalian kimia dgn fungisida Dithane M-45 atau Antracol 70 WP.
7. Bercak daun

1. Ramularia tulasnii atau Mycosphaerella fragariae,
  • Gejala: bercak kecil ungu tua pada daun. Pusat bercak berwarna coklat yg akan berubah menjadi putih;
2. Pestalotiopsis disseminata,
  • Gejala: bercak bulat pada daun. Pusat bercak berwarna coklat fua dikelilingi bagian tepi berwarna coklat kemerahan atau kekuningan, daun mudah gugur;
3. Rhizoctonia solani,
  • Gejala : bercak coklat-hitam besar pada daun.
Pengendalian:
  • Pengendalian kimia dgn fungisida bahan aktif tembaga seperti Funguran 82 WP, Kocide 77 WP atau Cupravit OB 21.
8. Busuk daun (Phomopsis obscurans).

Gejala:
  • Noda bula berwarna abu-abu dikelilingi warna merah ungu, kemudian noda membentuk luka mirip huruf V.
Pengendalian:
  • Pengendalian dgn Dithane M-45, Antracol 70 WP atau Daconil 75 WP.
9. Layu vertisillium (Verticillium dahliae)

Gejala:
  • Daun terinfeksi berwarna kekuning-kuningan hingga coklat, layu & tanaman mati.
Pengendalian:
  • Pengendalian melalui fumigasi gas dgn Basamid-G.
10. Virus

Penularan:
  • Ditularkan melalui serangga aphids atau tungau.
Gejala:
  • Terjadi perubahan warna daun dari hijau menjadi kuning (khlorosis) sepanjang tulang daun atau totol-totol (motle), daun jadi keriput, kaku, tanaman kerdil.
Pengendalian:
  • Menggunakan bibit bebas virus, menghancurkan tanaman terserang, menyemprot pestisida utk mengendalikan serangga pembawa virus. Pencegahan hama & penyakit umumnya dpt dilakukan dgn menjaga kebersihan kebun/tanaman, menanam secara serempak (utk memutus siklus hidup), menanam bibit yg sehat, memberikan pupuk sesuai anjuran sehingga tanaman tumbuh sehat, melakukan pergiliran tanaman dgn tanaman bukan keluarga Rosaceae & memangkas bagian tanaman/mencabut tanaman yg sakit. Membudidayakan stroberi dgn mulsa plastik juga akan menekan pertumbuhan hama/penyakit. Khusus utk penyakit, perbaikan drainase biasanya dpt menurunkan serangan.
PANEN STROBERI

Tanaman asal stolon & anakan mulai berbung ketika berumur 2 bulan setelah tanam. Bunga pertama sebaiknya dibuang. Setelah tanaman berumur 4 bulan, bunga dibiarkan tumbuh menjadi buah. Periode pembungaan & pembuahan dpt berlangsung selama 2 tahun tanpa henti.

Ciri & Umur Panen Stroberi
a) Buah sudah agak kenyal & agak empuk.
b) Kulit buah didominasi warna merah: hijau kemerahan hingga kuning kemerahan.
c) Buah berumur 2 minggu sejak pembungaan atau 10 hari setelah awal pembentukan buah.
Cara Panen Stroberi
  • Panen dilakukan dgn menggunting bagian tangkai bunga dgn kelopaknya. Panen dilakukan dua kali seminggu.
Perkiraan Produksi

Produktivitas tanaman stroberi tergantung dari varietas & teknik budidaya:
a) Varitas Osogrande: 1,2 kg/tanaman/tahun.
b) Varitas Pajero: 0,8 kg/tanaman/tahun.
c) Varitas Selva: 0,6-0,7 kg/tanaman/tahun.
Teknik budidaya stroberi dgn naungan UV memberikan hasil 1-1,25 kg/tanaman/tahun.

PASCAPANEN STROBERI
1. Pengumpulan : 
  • Buah disimpan dlm suatu wadah dgn hati-hati agar tdk memar, simpan di tempat teduh atau dibawa langsung ke tempat penampungan hasil. Hamparkan buah di atas lantai beralas terpal/plastik. Cuci buah dgn air mengalir & tiriskan di atas rak-rak penyimpanan.
2. Penyortiran & Penggolongan : 
  • Pisahkan buah yg rusak dari buah yg baik. Penyortiran buah berdasarkan pada varietas, warna, ukuran & bentuk buah. Terdpt 3 kelas kualitas buah yaitu:
  1. Kelas Ekstra: (1) buah berukuran 20-30 mm atau tergantung spesies; (2) warna & kematangan buah seragam.
  2. Kelas I: (1) buah berukuran 15-25 mm atau tergantung spesies; (2) bentuk & warna buah bervariasi.
  3. Kelas II: (1) tdk ada batasan ukuran buah; (2) sisa seleksi kelas ekstra & kelas I yg masih dlm keadaan baik.
3. Pengemasan & Penyimpanan : 
  • Buah dikemas di dlm wadah plastik transparan atau putih kapasitas 0,25-0,5 kg & ditutup dgn plastik lembar polietilen. Penyimpanan dilakukan di rak dlm lemari pendingin 0-1 derajat C.
Silakan kalau anda berminat tentang cara budidaya tanaman belimbing dapat melalui link berikut >>Cara Budidaya Belimbing