Senin, 14 Januari 2013

Jenis - Jenis Jambu Air

Jenis - Jenis Jambu Air - Buka Mata. Berikut ini adalah Jenis - Jenis Tanaman Jambu Air.
Tanaman jambu air mempunyai sistematika sebagai berikut:
  • Kingdom : Plantarum
  • Sub Kingdom : Kormophyta
  • Super Divisio : Kormophyta biji
  • Divisio : Spermatophyta
  • Sub Divisio : Angiospermae
  • Classis : Dycotyledoneae
  • Ordo : Myrtales
  • Familia : Myrtaceae
  • Genus : Syzygium
  • Species : Eugenia aquea
Selain itu juga terdapat 2 jenis jambu air yg banyak ditanam, tetapi keduanya tdk begitu menyolok perbedaannya. Ke dua jenis tersebut adalah Syzygium quaeum (jambu air kecil) & Syzygium samarangense (jambu air besar). Varietas jambu air besar yakni: jambu Semarang, Madura, Lilin (super manis), Apel & Cincalo (merah & hijau/putih) & Jenis-jenis jambu air lainnya adalah: Camplong (Bangkalan), Kancing, Mawar (jambu Keraton), Sukaluyu, Baron, Kaget, Rujak, Neem, Lonceng (super lebat), & Manalagi (tanpa biji). Sedangkan varietas yg paling komersil adalah Cincalo & Semarang, yg masing-masing terdiri dari 2 macam (merah & putih).

Demikian artikel yang berjudul Jenis - Jenis Jambu Air. 

Baca juga

Minggu, 13 Januari 2013

Budidaya Jambu Air

Budidaya Jambu Air - Buka Mata. Kalau kita mendengar kata jambu air pastilah sudah tidak asing lagi apalagi bagi yang melakukan budidaya jambu air. Berikut ini adalah artikel tentang bagaimana cara budidaya jambu air dilakukan.

1. SEJARAH SINGKAT JAMBU AIR
Jambu air berasal dari daerah Indo Cina & Indonesia, tersebar ke Malaysia & pulau-pulau di Pasifik. Selama ini masih terkonsentrasi sebagai tanaman pekarangan untuk konsumsi keluarga. Buah Jambu air tdk hanya sekedar manis menyegarkan, tetapi memiliki keragaman dlm penampilan. Jambu air (Eugenia aquea Burm) dikategorikan salah satu jenis buah-buahan potensial yg belum banyak disentuh pembudidayannya untuk tujuan komersial.
Sifatnya yg mudah busuk menjadi masalah penting yg perlu dipecahkan. Buahnya dpt dikatakan tdk berkulit, sehingga rusak fisik sedikit saja pada buah akan mempercepat busuk buah.

2. JENIS TANAMAN JAMBU AIR
Sistematika tanaman jambu air adalah sebagai berikut:
Kingdom : Plantarum
Sub Kingdom : Kormophyta
Super Divisio : Kormophyta biji
Divisio : Spermatophyta
Sub Divisio : Angiospermae
Classis : Dycotyledoneae
Ordo : Myrtales
Familia : Myrtaceae
Genus : Syzygium
Species : Eugenia aquea
Selain itu juga terdapat 2 jenis jambu air yg banyak ditanam, tetapi keduanya tdk begitu menyolok perbedaannya. Ke dua jenis tersebut adalah Syzygium quaeum (jambu air kecil) & Syzygium samarangense (jambu air besar). Varietas jambu air besar yakni: jambu Semarang, Madura, Lilin (super manis), Apel & Cincalo (merah & hijau/putih) & Jenis-jenis jambu air lainnya adalah: Camplong (Bangkalan), Kancing, Mawar (jambu Keraton), Sukaluyu, Baron, Kaget, Rujak, Neem, Lonceng (super lebat), & Manalagi (tanpa biji). Sedangkan varietas yg paling komersil adalah Cincalo & Semarang, yg masing-masing terdiri dari 2 macam (merah & putih).

3. MANFAAT TANAMAN JAMBU AIR
Pada umumnya jambu air dimakan segar, tetapi dpt juga dibuat puree, sirop, jeli, jam/berbentuk awetan lainnya. Selain sebagai “buah meja” jambu air juga telah menjadi santapan canggih dgn dibuat salada & fruit coctail. Kandungan kimia yg penting dari jambu air adalah gula & vitamin C. Buah jambu air masak yg manis rasanya, selain disajikan sebagai buah meja juga untuk rujak & asinan. Kadang-kadang kulit batangnya dpt digunakan sebagai obat.

4. SENTRA PENANAMAN JAMBU AIR
Menurut data statistik dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Jawa Barat, Kabupaten Karawang, Tangerang, Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bandung, Garut, Cirebon, Subang & Bekasi termasuk 10 besar sentra penanaman pohon jambu. Jambu air Cincalo merah banyak terdapat di Karawang & terkenal dgn jambu Bolang yg jika matang benar berwarna merah tua kebiruan dgn rasa manis-asam segar sedangkan Jambu air Semarang (merah & putih) banyak terdapat di Indramayu.

5. SYARAT TUMBUH JAMBU AIR
5.1. Iklim Yang Cocok Untuk Budidaya Jambu Air
    • Angin sangat berperan dlm budidaya jambu air. Angin berfungsi dlm membantu penyerbukan pada bunga.
    • Tanaman jambu air akan tumbuh baik di daerah yg curah hujannya rendah/kering sekitar 500–3.000 mm/tahun & musim kemarau lebih dari 4 bulan. dgn kondisi tersebut, maka jambu air akan memberikan kualitas buah yg baik dgn rasa lebih manis.
    • Cahaya matahari berpengaruh terhadap kualitas buah yg akan dihasilkan. Intensitas cahaya matahari yg ideal dlm pertumbuhan jambu air adalah 40–80 %.
    • Suhu yg cocok untuk pertumbuhan tanaman jambu air adalah 18-28 derajat C.
    • Kelembaban udara antara 50-80 %.
      5.2. Media Tanam Jambu Air
        • Tanah yg cocok bagi tanaman jambu air adalah tanah subur, gembur, banyak mengandung bahan organik.
        • Derajat keasaman tanah (pH) yg cocok sebagai media tanam jambu air adalah 5,5–7,5.
        • Kedalaman kandungan air yg ideal untuk tempat budidaya jambu air adalah 0- 50 cm; 50-150 cm & 150-200 cm.
        • Tanaman jambu air sangat cocok tumbuh pada tanah datar.
          5.3. Ketinggian Tempat Jambu Air
          Tanaman jambu air mempunyai daya adaptasi yg cukup besar di lingkungan tropis dari dataran rendah sampai tinggi yg mencapai 1.000 m dpl.


          6.1. Pembibitan Jambu Air

          1) Persyaratan Benih/Bibit Jambu Air
          Biji berasal dari varietas unggul, berumur lebih dari 15 tahun, produktif & produksi stabil. Biji berasal dari buah masak pohon, yg besarnya normal & mulus. Biji dikeringanginkan selama 1-3 hari di tempat teduh. Biji-biji yg memenuhi syarat adalah berukuran relatif besar, ukuran seragam, bernas & tdk cacat, dianjurkan dlm meggunakan bibit jambu air hasil cangkokan/okulasi. Selain lebih mudah dilakukan, cara ini lebih cepat menghasilkan buah.

          2) Persiapan Benih Jambu Air

          a. Bibit Enten (Grafting) Jambu Air
          Model sambungan yg terbaik adalah sambungan celah. Batang bawah berasal dari bibit hasil perbanyakan dgn biji yg berumur 10 tahun, sedangkan pucuk berasal dari pohon induk unggul. Setelah disambung bibit dipelihara selama 2-3 bulan

          b. Bibit Cangkok Jambu Air
          Cabang yg akan dicangkok berada pada tanaman yg unggul & produktif. Cabang yg dipilih tdk telalu tua/muda, berwarna hijau keabu-abuan/kecoklat-coklatan dgn diameter sedikitnya 1.5 cm. Setelah 2-2.5 bulan (sudah berakar), bibit segera dipotong & ditanam dipolibag dgn media campuran : pupuk kandang 1 : 1. Bibit dipelihara selama 1 bulan.

          3) Teknik Penyemaian Benih Jambu Air
          Persemaian dpt dilakukan di dlm bedengan atau di polibag.

          a) Bedengan Jambu Air
            • Olah tanah sedalam 30-40 cm dgn cangkul kemudian keringkan selama 15-30 hari.
            • Buat bedengan dgn lebar 100-120 cm, tinggi 30-40 cm, panjang sesuai lahan & jarak antar bedengan 60 cm.
            • Campurkan 2 kg/m 2 pupuk kandang dgn tanah bedengan.
            • Buat sungkup bedengan berbentuk setengah lingkaran dgn tinggi pusat lingkaran minimal 50 cm. Naungi sungkup dgn plastik bening.
            b) Polybag Jambu Air
              • Lubangi dasar polybag diameter 10-15 cm.
              • Isi polibag dgn media berupa campuran tanah, pupuk kandang (2 : 1).
              • Simpan polybag di dlm sungkup.
                4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Jambu Air
                Pemeliharaan pembibitan dilakukan dgn cara sebagai berikut:
                  • Penyiraman dilakukan 1-2 kali sehari, terutama jika kemarau.
                  • Penyiangan dilakukan sesuai dgn pertumbuhan gulma.
                  • Pemupukan setiap 3 bulan dgn urea, SP-36 & KCl (2:1) sebanyak 50-100 gram/m 2 atau 4 gram/ polibag.
                  • Penyemprotan pestisida dgn konsentrasi 30-50% dari dosis anjuran.
                  • Membuka sungkup jika cuaca cerah secara berangsur-angsur agar tanaman dpt beradaptasi dgn lingkungan kebun.
                    5) Pemindahan Bibit Jambu Air
                    Bibit di bedengan dipindahkan ke polybag setelah berumur 6 bulan. Pindah tanam ke lapangan dilakukan setelah bibit berumur 10-12 bulan di persemaian.

                    6.2. Pengolahan Media Tanam Jambu Air

                    1) Persiapan Jambu Air
                    Calon tempat tumbuh tanaman jambu air harus dibersihkan dahulu dari berbagai pengganggu seperti: rerumputan, semak/onak & binatang. Lahan hanya diolah di lubang tanam & dilaksanakan 15-30 m hari sebelum tanam. Jarak tanam jambu air adalah 8 x 8 m dgn lubang tanam berukuran 60 x 60 x 60 cm.

                    2) Pembukaan Lahan Untuk Budidaya Jambu Air
                    Tanah yg akan dipergunakan untuk Tanaman jambu air dikerjakan semua secara bersama, tanaman pengganggu seperti semak-semak & rerumputan dibuang, & benda-benda keras disingkirkan kemudian tanah dibajak atau dicangkul sampai dalam, dgn mempertimbangkan bibit yg akan ditanam. jika bibit berasal dari cangkokan pengolahan tanah tdk perlu terlalu dlm tetapi jika hasil okulasi perlu pengolahan yg cukup dalam. Kemudian dibuatkan saluran air selebar 1 m & kedalam disesuaikan dgn kedalaman air tanah, guna mengatasi sistem pembuangan air yg kurang lancar. Tanah yg kurus & kurang humus/tanah cukup liat diberikan pupuk hijau yg dibuat dgn cara mengubur ranting-ranting & dedaunan, dgn kondisi seperti ini dibiarkan selama kurang lebih 1 tahun kemudian dilanjutkan pembuatan bedengan sesuai dgn kebutuhan.

                    3) Pengapuran Jambu Air
                    Pengapuran tanah sebaiknya dilakukan 1 atau 2 bulan menjelang hujan.

                    4) Pemupukan Jambu Air
                    Sebelum penanaman kedalam lubang tanam perlu dimasukkan pupuk kandang sekitar 1 blek minyak tanah. Jika perlu ditambah 2 genggam pupuk NPK. Setelah itu perlu diberi pelindung. [Pengolahan Media Tanam Jambu Air]

                    6.3. Teknik Penanaman Jambu Air
                    Penanaman jambu air dpt dilakukan di pot/di kebun, Jika yg digunakan adalah bibit cangkokan maka penanaman batang lebih dlm agar pohon bisa tumbuh secara kuat.

                    1) Penentuan Pola Tanam Jambu Air
                    Bibit jambu air dikebun dpt ditanam dgn pola tanam/jarak tanam 8 x 8 m.

                    2) Pembuatan Lubang Tanam Jambu Air
                    Lubang tanam sebaiknya dibuat pada akhir musim kemarau/menjelang musim hujan, agar pada saat mendekati musim hujan, tanaman sudah berdiri. dgn demikian tanaman baru (pada musim hujan) tdk perlu disiram 2 kali sehari. Penyiapan lubang tanaman terdiri dari:
                      • mula-mula tanah digali di tempat yg sudah ditentukan;
                      • ukuran lubang ukuran lubang: panjang x lebar x dlm = 60 x 60 x 60 cm. atau panjang x lebar x dlm = 1 x 1 x 0,5 m.
                      3) Cara Penanaman Jambu Air
                      Bibit jambu air ditanam ke dlm lubang tanam berukuran 60 x 60 x 60 cm. Perlu memperhatikan kedalaman penanaman & waktu penanaman sebaiknya dilaksanakan persis pada awal musim hujan & pada sore hari.(teknik Menanam jambu air)

                       6.4. Pemeliharaan Tanaman Jambu Air

                      1) Penjarangan & Penyulaman Jambu Air
                      Penyulaman dilakukan sebelum tanaman berumur 1 bulan. Bibit yg tdk tumbuh diganti dgn bibit baru yg ditanam pada lubang tanam yg sama.

                      2) Penyiangan Jambu Air
                      Penyiangan dilakukan dgn maksud menyuburkan tanah, membuang rumput liar/tanaman liar (kalau ada) atau binatang yg mendekap diantara tanah. dgn penyiangan dpt memeriksa keadaan lapisan tanah.

                      3) Pemupukan Jambu Air
                      Pemupukan jambu air dpt diberikan sebelum berbuah & sesudah berbuah, sebaiknya setelah dilakukan penyiangan.

                      a) Tanaman belum berbuah
                        • Pupuk kandang diberikan sekali gus pada awal musim hujan.
                        • Pupuk urea diberikan 1/3 bersamaan dgn pupuk kandang.
                        • 2 minggu setelah itu, sisa urea diberikan bersamaan dgn TSP & KCl.
                        b) Tanaman sudah berbuah
                          • Pupuk kandang diberikan sekaligus pada awal musim hujan.
                          • Pupuk urea 2/3, TSP 1/2, KCl 1/3 diberikan pada saat tanaman belum berbunga (bersamaan dgn pemberian pupuk kandang & saat hujan pertama mulai turun).
                          • Sisa pupuk diberikan setelah buah membesar (umur buah sekitar 1-2 bulan sejak berbunga & ukuran buah ± sebesar telur puyuh). Cara pemberian pupuk tersebut sebaiknya dibenam dlm Rorak (got) sedalam 20-30 cm mengelilingi tajuk pohon. Dosis pupuk bagi pohon jambu air umur =15 tahun.
                          • Pupuk kandang: maksimal 30 kaleng minyak tanah.
                          • Pupuk Urea, pupuk TSP, pupuk KCl (masing-masing) : 2500 gram.
                            Kenaikan takaran pupuk tersebut setiap tahun setelah jambu air berumur =10 tahun ialah:
                              • Pupuk kandang: 2 kaleng minyak tanah.
                              • Pupuk Urea: 100 gram.
                              • Pupuk TSP: 50 gram.
                              • Pupuk KCl: 50-100 gram.
                                4) Pengairan & Penyiraman Tanaman Jambu Air
                                Tanaman jambu air yg hidup pada tanah dgn kedalaman air tanah 150-200 cm, pada musim kemarau sangat memerlukan penyiraman, agar tanah tetap lembab. Ketika masih muda, selama 2 minggu pertama tanaman muda perlu diairi 1-2 kali sehari. Jika sudah cukup besar & perakarannya dalam, tanaman disirami 10-12 kali sebulan. 
                                5) Waktu Penyemprotan Pestisida
                                Penyemprotan dilakukan secara teratur 1-2 kali seminggu. Awal penyemprotan dilakukan saat buah jambu air sebesar telur puyuh (umur ± 1-2 bulan sejak berbunga). Akhir penyemprotan dilakukan saat buah jambu air akan dipetik (sebulan sebelum dipetik & warna buah sudah berubah) atau sampai gejala serangannya hilang. Ketika hendak melakukan penyemprotan pestisida, atau pupuk daun/hormon, kita harus memperhatikan cuaca waktu itu. Kalau langit mendung & kemungkinannya akan turun hujan, sebaiknya penyemprotan ditunda dulu.
                                6) Pemeliharaan Lain
                                Pemangkasan dilakukan dgn tujuan untuk membentuk pohon, pemeliharaan & peremajaan. Membentuk pohon: dilakukan setelah mencapai ketinggian 2 meter, dgn ketinggian 1,35-1,5 m dari permukaan tanah & bagian yg dipangkas adalah cabang/tunas. Untuk pemeliharaan: dilakukan setiap saat kecuali ketika tanaman sedang berbunga, bagian yg ditanam adalah dahan-dahan yg tua, yg mati kering, luka serta tdk sempurna. Untuk peremajaan: memangkas seluruh bagian tanaman yg sudah kelewat tua, tdk berproduksi atau diserang hama.

                                7. HAMA & PENYAKIT JAMBU AIR

                                1) Ulat kupu-kupu gajah
                                Ciri: panjang 12 cm, warna hijau muda kebiru-biruan, bertubuh gemuk & lunak, tertutup lapisan lilin keputih-putihan. Telur-telurnya ditaruh di tepi daun, 2-3 butir bersama-sama, warna merah muda. Kepompong berada di antara beberapa daun atau di sebelah bawah daun. Ulat-ulat tersebut sangat rakus memakan daun.
                                Pengendalian: dgn cara mengumpulkan telur, ulat, & kepompong untuk dimusnahkan.

                                2) Kutu perisai hijau
                                Ciri: panjang kutu 3-5 mm, warna hijau (kadang agak kemerahan). Melekat pada bagian-bagian pohon yg hijau & di bagian bawah daun. Menyebabkan terjadinya cendawan hitam seperti jelaga.
                                Pengendalian: cara alami dimakan oleh beberapa macam kepik (merah tua, panjang 5 mm & biru panjang 6 mm) & ulat (warna merah muda, panjang 13 mm). Kutu ini di musim penghujan bisa musnah oleh serangan beberapa macam cendawan.

                                3) Keluang & codot
                                Pengendalian: buah-buahan yg hampir tua dibungkus kantong kertas/kain-kain bekas.

                                4) Pasilan atau benalu
                                Pengendalian: dibuang & dibersihkan.

                                5) Lalat buah (dacus pedestris)
                                Buah & daun yg terserang oleh ulat ini. Lalat ini meletakkan telurnya pada daging buah, sehingga setelah menetas larvanya memakan buah jambu air.
                                Pengendalian: dgn insektisida Diazinon atau Bayrusil yg disemprotkan ke pohon, daun & buah yg masih pentil dgn dosis sesuai anjuran.

                                6) Penggerek batang
                                Pengendalian: dgn cara menyumbatkan kapas yg telah direndam insektisida Diazinon atau Bayrusil kedalam lubang batang yg digerek.

                                7) Ulat penggulung/pemakan daun

                                1) Gangguan pada akar
                                Pemupukan yg kurang hati-hati pada jambu air yg sedang berbuah dpt menyebabkan akar tanaman luka, maka bunga atau buah jambu air bisa rontok. Semua ini terjadi karena tanaman tdk mendapat suplai air & zat makanan sebagaimana mestinya akibat rusaknya akar tersebut. Selain itu tanah yg berlebihan supali air juga dpt merontokkan bunga/buah, sebab sebab air yg menggenang membuat akar susah bernafas & mengundang cendawan yang bisamembusukkan akar.

                                2) Gangguan pada buah
                                Penyebab: ulat (lalat) buah & sejenis cendawan yg mengakibatkan buah rontok, busuk. Serangga ini langsung menyerang buah dgn ciri noda berwarna kecoklatan atau kehitaman pada permukaan buah. Pengendalian: (1) cara membungkus buah sewaktu masih dipohon (2) dgn penyemprotan insektisida thioda (2-3 cc/liter air) & fungisida dithane (3 cc/liter air)

                                8. PANEN JAMBU AIR

                                8.1. Ciri & Umur Panen Buah Jambu Air
                                Tanaman jambu air dpt berbuah setelah berumur 3-4 tahun, berbunga sebanyak 2 kali dlm setahun (Juli & September) & buahnya masak pada Agustus & Nopember. Ciri-ciri buah yg dpt dipanen dinilai dari tingkat kematangan berdasarkan warna kulit buah, yaitu hijau muda, hijau tua, hijau sedikit merah hijau-merah & merah hijau. Keadaan fisik buah juga menjadi kriteria dlm panen yaitu semakin terlihat matang buah yg nampak, maka semakin merah warna kulitnya & makin besar pula ukuran fisiknya.

                                8.2. Cara Panen Jambu Air
                                Buah dipetik dari rangkaiaanya dgn hati hati jangan sampai rusak, apalagi jatuh.

                                8.3. Periode Panen Jambu Air
                                Masa berbuah jambu air bisa lebih dari 1 kali dlm setahun, tergantung pada keadaan lingkungan.

                                8.4. Prakiraan Produksi Jambu Air
                                Buah jambu air jenis merah–hijau dpt dipanen jika warna merah pada buah jambu lebih banyak dari pada warna hijaunya, Pada saat tersebut nisbah PT/asam & Vitamin C-nya masing-masing adalah 80,8 & 48 kg/100 gram

                                9. PASCAPANEN JAMBU AIR

                                9.1. Pengumpulan Jambu Air
                                Buah hasil panen dikumpulkan dimasukan kedalam keranjang plastik & disimpan sementara di ruangan yg sejuk. Buah dari jenis yg berbeda tdk disatukan dgn jenis yg lain.

                                9.2. Penyortiran & Penggolongan Jambu Air
                                Pisahkan buah yg cacat dari yg baik, kemudian klasifikasikan buah berdasarkan ukurannya. Buah dicuci bersih dgn air mengalir atau dialiri air kemudian ditiriskan di rak pengeringan.

                                9.3. Penyimpanan Jambu Air
                                Buah yg telah dikemas disimpan di daerah yg teduh kering & sejuk.

                                9.4. Pengemasan & Pengangkutan Jambu Air
                                Buah dikemas dlm keranjang plastik & disusun rapi agar tdk berpindah tempat selama dlm pengangkutan. Sebaiknya bauh disimpan dlm cold storage jika tdk langsung diangkut ke pasar.


                                Kata terkait : buah jambu air, khasiat buah jambu air, manfaat buah jambu air, gambar buah jambu air, tanaman buah jambu, khasiat jambu biji, jambu, biji jambu mete, jambu batu, cara mengcangkok, jambu biji, morfologi jambu biji, psidium guajava, deskripsi jambu air, khasiat jambu air, klasifikasi jambu air, macam macam jambu air, manfaat daun jambu air, jambu air black diamond, budidaya jambu air, manfaat jambu air, tabulampot jambu air, pohon jambu air


                                 Baca juga artikel Budidaya lainnya melalui link dibawah ini
                                 Budidaya Belimbing
                                 Cara Beternak Puyuh

                                Jumat, 11 Januari 2013

                                Resep Cara Membuat Martabak Manis Bangka

                                Resep Cara Membuat Martabak Manis Bangka - Buka Mata. Berikut adl Resep Cara Membuat Martabak Manis Bangka.

                                Bahan Membuat Martabak Bangka:
                                • tepung terigu 125 gram
                                • gula pasir 50 gram
                                • baking powder 1/4 sdt
                                • telur 2 butir
                                • ragi instant 1 sdt
                                • garam 1/4 sdt
                                • air 175 ml
                                Bahan Taburan / isi :
                                • susu kental manis
                                • Keju cheddar
                                • Meises
                                • Gula pasir
                                Cara Membuat Martabak Manis Bangka :
                                • Kocok tepung terigu, 25 g gula pasir & baking powder dgn air sampai lembut baru kemudian masukan ragi instan & diamkan selama 1 hingga 2 jam.
                                • Kocok telur & sisa gula pasir 25 g  kemudian masukan ke dlm adonan tepung martabak.
                                • Panaskan cetakan martabak dgn api kecil & olesi dgn minyak atau margarin. kemudian tuangkan adonan martabak ke dalamnya. Biarkan hingga adonan mengeluarkan buih & berongga. Taburkan gula pasir kemudian tutup sampai matang.
                                • Angkat martabak dari cetakan, letakan pada talenan kemudian olesi margarin & taburi dgn meses, keju & kemudian tuangi dgn susu kental manis.
                                • Belah menjadi dua bagian & tumpuk sehingga membentuk setengah lingkaran. Potong potong menjadi beberapa bagian, Kue martabak manis bangka siap untuk dinikmati
                                Demikian artikel tentang Resep Cara Membuat Martabak Manis Bangka, semoga bermanfaat.

                                Kata Terkait : cara membuat isi martabak, bahan bahan martabak, cara bikin adonan martabak, martabak tanpa ragi, membuat martabak manis Bangka, masak martabak, resef martabak, cara buat adonan martabak, cara pembuatan martabak, cara cara membuat martabak, bagaimana cara membuat martabak, bahan bikin martabak, bahan martabak, cara membuat martabak enak, bahan buat martabak, cara memasak martabak, cara membikin martabak, masakan martabak, martabak Bangka, cara membuat martabak manis Bangka, martabak manis, bahan terang bulan, cara membuat terang bulan manis, bahan bahan terang bulan, cara bikin terang bulan, terang bulan Bangka, cara buat terang bulan, tips membuat terang bulan, cara membuat roti terang bulan, cara membuat terang bulan Bangka.


                                Baca juga artikel lainnya:
                                Resep Puding Rainbow
                                Resep Cake

                                Jumat, 04 Januari 2013

                                Puyuh

                                HAMA & PENYAKIT BURUNG PUYUH 
                                http://buka-mata.blogspot.com/2013/01/hama-penyakit-burung-puyuh.html 
                                Tips Cara Memelihara Burung Puyuh
                                http://buka-mata.blogspot.com/2013/01/tips-cara-memelihara-burung-puyuh.html
                                Kandang Burung Puyuh Yang Ideal
                                http://buka-mata.blogspot.com/2013/01/kandang-burung-puyuh-yang-ideal.html
                                Lokasi Yang Cocok Untuk Budidaya Burung Puyuh 
                                http://buka-mata.blogspot.com/2013/01/lokasi-yang-cocok-untuk-budidaya-burung.html 
                                Ternak Puyuh
                                Puyuh 
                                http://buka-mata.blogspot.com/2013/01/puyuh.html 

                                Cara Beternak/ Budidaya Cacing Tanah

                                Budidaya Cacing Tanah - Buka Mata. Beternak Cacing Tanah??? Mengapa tidak. Untuk sebagian orang mungkin menjijikkan, namun cacing tanah dapat membawa berkah jika dibudidayakan dengan benar. berikut adalah Cara Budidaya Cacing Tanah.

                                1. SEJARAH SINGKAT CACING TANAH
                                Cacing tanah termasuk hewan tingkat rendah karena tdk mempunyai tulang belakang (invertebrata). Cacing tanah termasuk kelas Oligochaeta. Famili terpenting dr kelas ini Megascilicidae & Lumbricidae Cacing tanah bukanlah hewan yg asing bagi masyarakat kita, terutama bagi masyarakat pedesaan. Namun hewan ini mempunyai potensi yg sangat menakjubkan bagi kehidupan & kesejahteraan manusia.
                                2. SENTRA PETERNAKAN CACING TANAH
                                Sentra peternakan cacing terbesar terdapat di Jawa Barat khususnya Bandung-Sumedang & sekitarnya.
                                3. JENIS CACING TANAH
                                Jenis-jenis yg paling banyak dikembangkan oleh manusia berasal dr famili Megascolicidae & Lumbricidae dgn genus Lumbricus, Eiseinia, Pheretima, Perionyx, Diplocardi & Lidrillus. Beberapa jenis cacing tanah yg kini banyak diternakan antara lain: Pheretima, Periony & Lumbricus. Ketiga jenis cacing tanah ini menyukai bahan organik yg berasal dr pupuk kandang & sisa-sisa tumbuhan. Cacing tanah jenis Lumbricus mempunyai bentuk tubuh pipih. Jumlah segmen yg dimiliki sekitar 90-195 & klitelum yg terletak pd segmen 27-32. Biasanya jenis ini kalah bersaing dgn jenis yg lain sehingga tubuhnya lebih kecil. Tetapi bila diternakkan besar tubuhnya bisa menyamai atau melebihi jenis lain. Cacing tanah jenis Pheretima segmennya mencapai 95-150 segmen. Klitelumnya terletak pd segmen 14-16. Tubuhnya berbentuk gilik panjang & silindris berwarna merah keunguan. Cacing tanah yg termasuk jenis Pheretima antara lain cacing merah, cacing koot & cacing kalung. Cacing tanah jenis Perionyx berbentuk gilik berwarna ungu tua sampai merah kecokelatan dgn jumlah segmen 75-165 & klitelumnya terletak pd segmen 13 & 17. Cacing ini biasanya agak manja sehingga dalam pemeliharaannya diperlukan perhatian yg lebih serius. Cacing jenis Lumbricus Rubellus memiliki keunggulan lebih dibanding kedua jenis yg lain di atas, karena produktivitasnya tinggi (penambahan berat badan, produksi telur/anakan & produksi bekas cacing “kascing”) serta tdk banyak bergerak
                                4. MANFAAT CACING TANAH
                                Dalam bidang pertanian, cacing menghancurkan bahan organik sehingga memperbaiki aerasi & struktur tanah. Akibatnya lahan menjadi subur & penyerapan nutrisi oleh tanaman menjadi baik. Keberadaan cacing tanah akan meningkatkan populasi mikroba yg menguntungkan tanaman. Selain itu juga cacing tanah dpt digunakan sebagai:
                                1. Bahan Pakan Ternak
                                • Berkat kandungan protein, lemak & mineralnya yg tinggi, cacing tanah dpt dimanfaatkan sebagai pakan ternak seperti unggas, ikan, udang & kodok.
                                2. Bahan Baku Obat & bahan ramuan untuk penyembuhan penyakit.
                                • Secara tradisional cacing tanah dipercaya dpt meredakan demam, menurunkan tekanan darah, menyembuhkan bronchitis, reumatik sendi, sakit gigi & tipus.
                                3. Bahan Baku Kosmetik
                                • Cacing dpt diolah untuk digunakan sebagai pelembab kulit & bahan baku pembuatan lipstik.
                                4. Makanan Manusia
                                • Cacing merupakan sumber protein yg berpotensi untuk dimasukkan sebagai bahan makanan manusia seperti halnya daging sapi atau Ayam.
                                5. PERSYARATAN LOKASI CACING TANAH
                                Tanah sebagai media hidup cacing harus mengandung bahan organik dalam jumlah yg besar. Bahan-bahan organik tanah dpt berasal dr serasah (daun yg gugur), kotoran ternak atau tanaman & hewan yg mati. Cacing tanah menyukai bahan-bahan yg mudah membusuk karena lebih mudah dicerna oleh tubuhnya. Untuk pertumbuhan yg baik, cacing tanah memerlukan tanah yg sedikit asam sampai netral atau ph sekitar 6-7,2. dgn kondisi ini, bakteri dalam tubuh cacing tanah dpt bekerja optimal untuk mengadakan pembusukan atau fermentasi. Kelembaban yg optimal untuk pertumbuhan & perkembangbiakan cacing tanah adalah antara 15-30 %. Suhu yg diperlukan untuk pertumbuhan cacing tanah & penetasan kokon adalah sekitar 15–25 derajat C atau suam-suam kuku. Suhu yg lebih tinggi dr 25 derajat C masih baik asal ada naungan yg cukup & kelembaban optimal. Lokasi pemeliharaan cacing tanah diusahakan agar mudah penanganan & pengawasannya serta tdk terkena sinar matahari secara langsung, misalnya di bawah pohon rindang, di tepi rumah atau di ruangan khusus (permanen) yg atapnya terbuat dr bahan-bahan yg tdk meneruskan sinar & tdk menyimpan panas.
                                6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA CACING TANAH
                                Penyiapan Sarana & Peralatan
                                • Pembuatan kandang sebaiknya menggunakan bahan-bahan yg murah & mudah didapat seperti bambu, rumbia, papan bekas, ijuk & genteng tanah liat. Salah satu contoh kandang permanen untuk peternakan skala besar adalah yg berukuran 1,5 x 18 m dgn tinggi 0,45 m. Didalamnya dibuat rak-rak bertingkat sebagai tempat wadah-wadah pemeliharaan. Bangunan kandang dpt pula tanpa dinding (bangunan terbuka). Model-model sistem budidaya, antara lain rak berbaki, kotak bertumpuk, pancing bertingkat atau pancing berjajar..
                                Pembibitan Cacing Tanah
                                • Persiapan yg diperlukan dalam pembudidayaan cacing tanah adalah meramu media tumbuh, menyediakan bibit unggul, mempersiapkan kandang cacing & kandang pelindung.
                                Pemilihan Bibit Calon Induk Cacing Tanah
                                • Sebaiknya dalam beternak cacing tanah secara komersial digunakan bibit yg sudah ada karena diperlukan dalam jumlah yg besar. Namun bila akan dimulai dr skala kecil dpt pula dipakai bibit cacing tanah dr alam, yaitu dr tumpukan sampah yg membusuk atau dr tempat pembuangan kotoran hewan.
                                Pemeliharaan Bibit Calon Induk Cacing Tanah
                                Pemeliharaan dpt dibagi menjadi beberapa cara:
                                • pemeliharaan cacing tanah sebanyak-banyaknya sesuai tempat yg digunakan. Cacing tanah dpt dipilih yg muda atau dewasa. Jika sarang berukuran tinggi sekitar 0,3 m, panjang 2,5 m & lebar kurang lebih 1 m, dpt ditampung sekitar 10.000 ekor cacing tanah dewasa.
                                • pemeliharaan dimulai dgn jumlah kecil. Jika jumlahnya telah bertambah, sebagian cacing tanah dipindahkan ke bak lain.
                                • pemeliharaan kombinasi cara a & b.
                                • pemeliharaan khusus kokon sampai anak, setelah dewasa di pindah ke bak lain.
                                • pemeliharaan khusus cacing dewasa sebagai bibit.
                                Sistem Pengembangbiakan Cacing Tanah
                                Apabila media pemeliharaan telah siap & bibit cacing tanah sudah ada, maka penanaman dpt segera dilaksanakan dalam wadah pemeliharaan. Bibit cacing tanah yg ada tidaklah sekaligus dimasukan ke dalam media, tetapi harus dicoba sedikit demi sedikit. Beberapa bibit cacing tanah diletakan di atas media, kemudian diamati apakah bibit cacing itu masuk ke dalam media atau tidak. Jika terlihat masuk, baru bibit cacing yg lain dimasukkan. Setiap 3 jam sekali diamati, mungkin ada yg berkeliaran di atas media atau ada yg meninggalkan media (wadah). Apabila dalam waktu 12 jam tdk ada yg meninggalkan wadah berarti cacing tanah itu betah & media sudah cocok. Sebaliknya bila media tdk cocok, cacing akan berkeliaran di permukaan media. Untuk mengatasinya, media harus segera diganti dgn yg baru. Perbaikan dpt dilakukan dgn cara disiram dgn air, kemudian diperas hingga air perasannya terlihat berwarna bening (tidak berwarna hitam atau cokelat tua).

                                Reproduksi, Perkawinan Cacing Tanah
                                Cacing tanah termasuk hewan hermaprodit, yaitu memiliki alat kelamin jantan & betina dalam satu tubuh. Namun demikian, untuk pembuahan, tdk dpt dilakukannya sendiri. dr perkawinan sepasang cacing tanah, masing-masing akan dihasilkan satu kokon yg berisi telur-telur. Kokon berbentuk lonjong & berukuran sekitar 1/3 besar kepala korek api. Kokon ini diletakkan di tempat yg lembab. Dalam waktu 14-21 hari kokon akan menetas. Setiap kokon akan menghasilkan 2-20 ekor, rata-rata 4 ekor. Diperkirakan 100 ekor cacing dpt menghasilkan 100.000 cacing dalam waktu 1 tahun. Cacing tanah mulai dewasa setelah berumur 2-3 bulan yg ditandai dgn adanya gelang (klitelum) pd tubuh bagian depan. Selama 7-10 hari setelah perkawinan cacing dewasa akan dihasilkan 1 kokon.
                                Pemeliharaan Cacing Tanah
                                1. Pemberian Pakan
                                • Cacing tanah diberi pakan sekali dalam sehari semalam sebanyak berat cacing tanah yg ditanam. Apabila yg ditanam 1 Kg, maka pakan yg harus diberikan juga harus 1 Kg. Secara umum pakan cacing tanah adalah berupa semua kotoran hewan, kecuali kotoran yg hanya dipakai sebagai media. Hal yg perlu diperhatikan dalam pemberian pakan pd cacing tanah, antara lain : pakan yg diberikan harus dijadikan bubuk atau bubur dgn cara diblender, bubur pakan ditaburkan rata di atas media, tetapi tdk menutupi seluruh permukaan media, sekitar 2-3 dr peti wadah tdk ditaburi pakan, pakan ditutup dgn plastik, karung , atau bahan lain yg tdk tembus cahaya, pemberian pakan berikutnya, apabila masih tersisa pakan terdahulu, harus diaduk & jumlah pakan yg diberikan dikurangi, bubur pakan yg akan diberikan pd cacing tanah mempunyai perbandingan air 1:1.
                                2. Penggantian Media Cacing Tanah
                                • Media yg sudah menjadi tanah/kascing atau yg telah banyak telur (kokon) harus diganti. Supaya cacing cepat berkembang, maka telur, anak & induk dipisahkan & ditumbuhkan pd media baru. Rata rata penggantian media dilakukan dalam jangka waktu 2 Minggu.
                                Proses Kelahiran
                                • Bahan untuk media pembuatan sarang adalah: kotoran hewan, dedaunan/Buah-buahan, batang pisang, limbah rumah tangga, limbah pasar, kertas koran/kardus/kayu lapuk/bubur kayu. Bahan yg tersedia terlebih dahulu dipotong sepanjang 2,5 Cm. Berbagai bahan, kecuali kotoran ternak, diaduk & ditambah air kemudian diaduk kembali. Bahan campuran & kotaran ternak dijadikan satu dgn persentase perbandingan 70:30 ditambah air secukupnya supaya tetap basah.

                                7. HAMA & PENYAKIT CACING TANAH
                                Keberhasilan beternak cacing tanah tdk terlepas dr pengendalian terhadap hama & musuh cacing tanah. Beberapa hama & musuh cacing tanah antara lain: semut, kumbang, burung, kelabang, lipan, lalat, tikus, katak, tupai, ayam, itik, ular, angsa, lintah, kutu & lain-lain. Musuh yg juga ditakuti adalah semut merah yg memakan pakan cacing tanah yg mengandung karbohidrat & lemak. Padahal kedua zat ini diperlukan untuk penggemukan cacing tanah. Pencegahan serangan semut merah dilakukan dgn cara disekitar wadah pemeliharaan (dirambang) diberi air cukup.
                                8. PANEN CACING TANAH
                                Dalam beternak cacing tanah ada dua hasil terpenting (utama) yg dpt diharapkan, yaitu biomas (cacing tanah itu sendiri) & kascing (bekas cacing). Panen cacing dpt dilakukan dgn berbagai cara salah satunya adalah dgn mengunakan alat penerangan seperti lampu petromaks, lampu neon atau bohlam. Cacing tanah sangat sensitif terhadap cahaya sehingga mereka akan berkumpul di bagian atas media. Kemudian kita tinggal memisahkan cacing tanah itu dgn medianya. Ada cara panen yg lebih ekonomis dgn membalikan sarang. Dibalik sarang yg gelap ini cacing biasanya berkumpul & cacing mudah terkumpul, kemudian sarang dibalik kembali & pisahkan cacing yg tertinggal. Jika pd saat panen sudah terlihat adanya kokon (kumpulan telur), maka sarang dikembalikan pd wadah semula & diberi pakan hingga sekitar 30 hari. Dalam jangka waktu itu, telur akan menetas. & cacing tanah dpt diambil untuk dipindahkan ke wadah pemeliharaan yg baru & kascingnya siap di panen.

                                Demikian artikel ttg Budidaya Cacing Tanah, semoga bermanfaat.

                                Baca juga ttg Budidaya/ Beternak Burung Puyuh melalui link di bawah ini

                                HAMA & PENYAKIT BURUNG PUYUH

                                HAMA & PENYAKIT BURUNG PUYUH - Buka Mata. Dalam Beternak burung Puyuh tidak lepas dari yang namanya hama dan penyakit. Berikut adalah HAMA & PENYAKIT BURUNG PUYUH yang menyerang.
                                Radang usus (Quail enteritis)

                                • Penyebab: bakteri anerobik yg membentuk spora & menyerang usus, sehingga timbul pearadangan pd usus. Gejala: puyuh tampak lesu, mata tertutup, bulu kelihatan kusam, kotoran berair & mengandung asam urat. Pengendalian: memperbaiki tata laksana pemeliharaan, serta memisashkan burung puyuh yg sehat dr yg tlah terinfeksi.

                                Tetelo (NCD/New Casstle Diseae)

                                • Gejala: puyuh sulit bernafas, batuk-batuk, bersin, timbul bunyi ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap terkulasi, kadang berdarah, tinja encer kehijauan yang spesifik adanya gejala “tortikolis”yaitu kepala memutar-mutar tdk menentu & lumpuh. Pengendalian: pertama dengan menjaga kebersihan lingkungan & peralatan yg tercemar virus, binatang vektor penyakit tetelo, ayam yg mati segera dibakar/dibuang. Ini akan bermanfaat jika di jadikan pakan lele. Kedua yaitu pisahkan ayam yg sakit, mencegah tamu masuk areal peternakan tanpa baju yg mensucihamakan/ steril serta melakukan vaksinasi NCD. Sampai sekarang belum ada obatnya.

                                Berak putih (Pullorum)

                                • Penyebab: Kuman Salmonella pullorum & merupakan penyakit menular. Gejala: kotoran berwarna putih, nafsu makan hilang, sesak nafas, bulu-bulu mengerut & sayap lemah menggantung. Pengendalian: sama dgn pengendalian penyakit tetelo.

                                Berak darah (Coccidiosis)

                                • Gejala: tinja berdarah & mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi, bulu kusam menggigil kedinginan. Pengendalian: menjaga kebersihan lingkungaan, menjaga litter tetap kering; atau bisa dengan Tetra Chloine Capsule diberikan melalui mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dilarutkan dlm air minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayocox

                                Cacar Unggas (Fowl Pox)

                                • Penyebab: Poxvirus, menyerang bangsa unggas dr semua umur & jenis kelamin. Gejala: timbulnya keropeng-keropeng pd kulit yg tdk berbulu, seperti pial, kaki, mulut & farink yg apabila dilepaskan akan mengeluarkan darah. Pengendalian: vaksin dipteria & mengisolasi kandang atau puyuh yg terinfksi.

                                Quail Bronchitis

                                Penyebab: Quail bronchitis virus (adenovirus) yg bersifat sangat menular. Gejala: puyuh kelihatan lesu, bulu kusam, gemetar, sulit bernafas, batuk & bersi, mata & hidung kadang-kadang mengeluarkan lendir serta kadangkala kepala & leher agak terpuntir. Pengendalian: pemberian pakan yg bergizi dgn sanitasi yg memadai.



                                Aspergillosis

                                Penyebab: cendawan Aspergillus fumigatus. Gejala: Puyuh mengalami gangguan pernafasan, mata terbentuk lapisan putih menyerupai keju, mengantuk, nafsu makan berkurang. Pengendalian: memperbaiki sanitasi kandang & lingkungan sekitarnya.




                                Penyebab: sanitasi yg buruk. Gejala: puyuh tampak kurus, lesu & lemah. Pengendalian: menjaga kebersihan kandang & pemberian pakan yg terjaga kebersihannya.

                                Demikian arikel  HAMA & PENYAKIT BURUNG PUYUH, semoga bermanfaat.

                                Baca selengkapnya tentang Tips Cara Budidaya/ Beternak Burung Puyuh melalui link di bawah ini  

                                Ternak Puyuh.

                                Tips Cara Memelihara Burung Puyuh

                                Tips Cara Memelihara Burung Puyuh - Buka Mata.Yang perlu diperhatikan oleh peternak sebelum memulai Budidaya Burung Puyuh, adalah memahami 3 (tiga) unsur produksi usaha perternakan yaitu bibit/pembibitan, pakan (ransum) & pengelolaan usaha peternakan. Pemilihan bibit burung puyuh disesuaikan dgn tujuan pemeliharaan, ada 3 (tiga) macam tujuan pemeliharaan burung puyuh, yaitu:
                                • utk produksi telur konsumsi, dipilih bibit puyuh jenis ketam betina yg sehat atau bebas dr kerier penyakit.
                                • utk produksi daging puyuh, dipilih bibit puyuh jantan & puyuh petelur afkiran.
                                • utk pembibitan atau produksi telur tetas, dipilih bibit puyuh betina yg baik produksi telurnya & puyuh jantan yg sehat yg siap membuahi puyuh betina agar bisa menjamin telur tetas yg baik.
                                1) Sanitasi & Tindakan Preventif
                                • Untuk menjaga timbulnya penyakit pd pemeliharaan puyuh kebersihan lingkungan kandang & vaksinasi terhadap puyuh perlu dilakukan sedini mungkin.
                                2) Pengontrolan Penyakit
                                • Pengontrolan penyakit dilakukan setiap saat & apabila ada tanda-tanda yg kurang sehat terhadap puyuh harus segera dilakukan pengobatan sesuai dgn petunjuk dokter hewan atau dinas peternakan setempat atau petunjuk dr Poultry Shoup.
                                3) Pemberian Pakan
                                • Ransum (pakan) yg bisa diberikan utk puyuh terdiri dr beberapa bentuk, yaitu: bentuk pallet, remah-remah & tepung. sebab puyuh yg suka usil memtuk temannya akan mempunyai kesibukan dgn mematuk-matuk pakannya. Pemberian ransum puyuh anakan diberikan 2 (dua) kali sehari pagi & siang. Sedangkan puyuh remaja/dewasa diberikan ransum hanya satu kali sehari yaitu di pagi hari. utk pemberian minum pd anak puyuh pd bibitan terus-menerus. 
                                Demikian artikel tentang Tips Cara Memelihara Burung Puyuh, semoga bermanfaat.

                                Baca selengkapnya tentang Tips Cara Budidaya/ Beternak Burung Puyuh melalui link di bawah ini Ternak Puyuh.